Citroen Dyane 6, Mobil Sipil Hasil Desain Pembuat Kendaraan Militer Perancis

Ketatnya persaingan di dunia otomotif tidak hanya terjadi pada saat sekarang, tetapi juga pada masa lalu lewat berbagai jenis dan merek mobil yang saat ini sudah menjadi mobil kuno alias mobil klasik.  Hal tersebut dapat dilihat dengan diluncurkannya Citroen Dyane 6 ke pasar internasional untuk pertama kalinya lewat ajang Brussels Motor Show bulan Januari 1968, yang diharapkan dapat menghancurkan dominasi Renault 4. Itu sebabnya desain yang digunakan Dyane merujuk pada Citroen 2CV yang merupakan mobil paling populer di Perancis yang mulai diproduksi sejak tahun 1948.

Bedanya, Dyane menggunakan mesin yang lebih bertenaga ditambah hatchback pada bagian belakang serta sedikit perubahan pada sisi tampilan, seperti jendela, grill, lampu dan sejumlah pernak-pernik lainnya.

Meski Citroen Dyane 6 diproduksi untuk masyarakat umum dan untuk keperluan sipil, namun pihak yang men-desain adalah perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai produsen kendaraan militer Perancis, yakni Penhard.

Alasan Citroen menyerahkan desain Dyane ke Penhard karena pada saat yang sama departemen desain Citroen tengah disibukkan dengan persiapan dua produk baru mereka, yaitu Citroen DS dan Citroen Ami. Selain itu, perusahaan kendaraan militer Perancis, Penhard yang sudah menjalin kerjasama dengan Citroen sejak tahun 1953, oleh Citroen diakuisisi pada tahun 1965.

Karena merujuk pada desain 2CV, secara umum bentuk Dyane mirip dengan mobil pendahulunya tersebut. Perbedaannya terlihat pada bagian lampu depan yang meski masih tetap berbentuk bulat namun dikelilingi list berbentuk kotak yang menyatu dengan body sedang pada 2CV lampunya keluar dari body.

Perbedaan lainnya pada grill depan Dyane yang lebih besar, bentuk velgnya yang ditambahkan dop berwarna chrome serta bagian belakang mobil yang terlihat lebih mengotak sementara bentuk 2CV tampak lebih membulat.

Sejak pertama kali diproduksi pada tahun 1967 sampai dengan produksi terakhirnya tahun 1983, desain Dyane terdiri atas beberapa varian mulai dari Acadiane, Dyane 4 sampai dengan Dyane 6. Hanya saja, satu-satunya varian yang masuk ke Indonesia adalah Citroen Dyane 6 yang dibawa oleh para insinyur dari Perancis saat membangun bendungan Jatiluhur. Selain Dyane 6, beberapa mobil yang dibawa oleh insinyur dari perancis tersebut diantaranya adalah 2CV, Mehari serta Citroen DS.

Pada sektor dapur pacu, Dyane 6 memiliki sejumlah kesamaan dengan mobil-mobil Citroen lainnya, seperti penggunaan konfigurasi flat twin dengan kapasitas 602cc sebagaimana yang digunakan pada Citroen Ami.

Kemudian pemakaian mesin 2 silinder yang ditempatkan di sisi depan masih menggunakan transmisi serta gardan yang menyatu sehingga  layout penggeraknya adalah FWD dengan penggerak roda depan, serta penggunaan transmisi manual 4 percepatan.

Namun karena desain Dyane merupakan penyempurnaan dari 2CV, performance yang disuguhkannyapun lebih handal dengan kecepatan berlari sampai dengan  120 km perjam, sementara 2CV hanya sanggup dipacu sampai dengan 100 km perjam. Peningkatan laju kecepatan tersebut disebabkan karena  didongkraknya kemampuan mesin dalam menghasilkan tenaga dari semula 21 HP pada 2CV menjadi 32 Hp dengan 5750 Rpm pada Citroen Dyane 6.

Meski secara keseluruhan penjualan Dyane tidak mampu menandingi larisnya 2CV, namun dalam waktu sekitar 16 tahun (1967 – 1983), penjualan Dyane cukup memuaskan yaitu sebanyak 1.443.493  unit. Jumlah tersebut tidak termasuk Dyane yang diproduksi di Iran sepanjang tahun 1968 – 1980 yang diberi nama Citroen Jyane.

Diantara sekian banyak desain varian Dyane yang ada, penggemar mobil klasik di Indonesia hanya kebagian Citroen Dyane 6 karena hanya mobil tersebut yang masuk ke Indonesia. Itupun karena dibawa oleh para insinyur yang membangun waduk Jatiluhur sehingga jumlahnya pun dapat dihitung dengan jari.