Sedang Naik Daun, Toyota Kijang Super dan Grand Extra Ramai Peminat

Menelusuri jejak tren otomotif pada tahun 80 hingga 90-an, rasanya kita tidak bisa mengabaikan salah satu mobil andalan keluarga yang namanya masih bergema hingga kini, yaitu Toyota Kijang. Hanya dengan spesifikasi Kijang Super standar, sudah 40 tahun lebih kendaraan ini berkiprah dalam menaklukan aneka medan jalanan di dalam negeri. Meskipun menyematkan nama satwa sebagai judulnya, tetapi pada dasarnya penamaan tersebut merupakan singkatan dari Kerja sama Indonesia Jepang.

Sepanjang produksinya, kendaraan ini telah melewati enam generasi. Meskipun terlahir dari buah kontribusi anak bangsa, rupanya produk besutan TAM ini juga telah merambah hingga ke luar negeri untuk seri generasi sebelum kemunculan Innova. Penyebutannya pun berbeda-beda, dimulai dari Unser (Malaysia), Toyota Tamarraw/ Revo (Filipina), Toyota Zace (Vietnam), Toyota Zace Surf (Taiwan), Qualis (India), dan Toyota Condor Hi-Roof (Afrika selatan).

Melalui artikel ini, kami akan mencoba membahas spesifikasi Kijang Super dan Grand Extra yang merupakan generasi ketiga dari varian MVP legendaris ini. Boleh dibilang generasi ketiga telah memperlihatkan transformasi berbeda dari segi eksterior dibandingkan bentuk generasi pertama dan kedua yang cenderung lebih kotak. Bodinya yang sudah mengusung Full Pressed Body disinyalir dapat mengurangi penggunaan dempul sebanyak 2 hingga 5 kg.

Selain itu, hal ini juga semakin membuatnya tampak modern dan dinamis. Berbeda dengan generasi pertama dan kedua yang terlihat memiliki patahan tajam di setiap sudutnya, kijang super justru hadir dengan desain sudut yang lebih melengkung. Tampilan tersebut membuatnya terlihat lebih berkelas dan kokoh dibandingkan para pendahulunya (kijang buaya dan kijang doyok).

Pembuatannya juga semakin mengukuhkan keberadaaannya sebagai kendaraan keluarga. Generasi ketiga juga menjadi generasi di mana varian sasis panjang dan pendek mulai diperkenalkan. Konsep tersebut memang dirancang sebagai peralihan dari model pickup menjadi mini bus.

Sejumlah keunggulan dari spesifikasi Kijang Super yang tak dapat dilupakan begitu saja oleh penggemarnya adalah performa mesinnya yang bandel. Selain itu, mobil ini juga sangat tangguh dalam menghadapi berbagai medan jalanan, terutama di wilayah pegunungan yang cenderung menanjak dan menurun. Kelebihannya kian lengkap dengan dukungan ruang kabinnya yang luas sehingga mampu menampung 8 hingga 9 penumpang sekaligus.

Selain Kijang Super, Grand Extra juga mulai dihadirkan sebagai bentuk penyempurnaan dari jenis super. Bersamaan dengan Grand Extra, keduanya semakin meramaikan produksi generasi ketiga yang dimulai dari rentang tahun 1986 hingga 1997. Penyempurnaan lainnya yang dilakukan pada grand extra adalah pemantapan pada bagian karburator, intake dan exhaust manifold. Meski memiliki sejumlah perbedaan dengan spesikasi Kijang Super, yaitu pada dapur pacu dan rancangan bodinya, keduanya tetap memiliki spesifikasi mesin yang kurang lebih sama.

Diluncurkan pertama kali pada 1986, spesifikasi Kijang Super dari sisi penggerak adalah penggunaan mesian bensin 1.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga 63 Hp. Lain halnya dengan Grand Extra yang mendapat peningkatan hingga 1.800 cc, penambahan power steering, dan AC double blower. Meski memiliki banyak perbedaan keduanya dikenal memiliki tarikan akselerasi yang bagus dan dilengkapi dengan sistem transmisi manual 4 hingga 5 percepatan.

Pada awal kemunculannya, spesifikasi Kijang Super dari bodinya tampil dengan empat pintu termasuk bukaan pintu pada bagian belakangnya. Pada bagian baris kedua penumpang, letak pintu hanya berada bagian kiri. Desain tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan penumpang berkaitan dengan pemberlakuan posisi jalur kiri di Indonesia.

Pada baris pertama, model bukaan jendelanya menggunakan tuas pemutar manual, sementara jendela pada baris kedua dan bagian bagasi menggunakan model geser. Namun seiring dengan penyempurnaannya, model tersebut disesuaikan kembali dengan dengan varian keluaran berikutnya.

Kijang super memiliki headlamp berbentuk kotak membuat tampilannya semakin gagah. Kesan gagah semakin diperkuat dengan lampu sein berwarna kuning di bagian sampingnya. Pada grand extra bagian headlamp dibuat lebih sipit lagi dengan warna sein putih. Selain itu, desain grille juga tak luput dari perubahan. Kaca depannya yang cenderung lebih melengkung memang dibuat layaknya sedan.

Kijang generasi tiga terbilang sangat irit dari segi bahan bakar. Oleh karenanya, tak heran jika keduanya sangat karib untuk dipakai menempuh perjalanan jauh. Spesifikasi Kijang Super yang relatif sederhana membuat biaya perawatannya murah, suku cadang yang melimpah serta pajaknya yang murah, membuat keduanya begitu ramah di kantong.

Setelah melihat banyak keunggulannya, Anda pun harus mengetahui beberapa kelemahan dari jenis keduanya. Diantaranya adalah lemahnya putaran mesin atas, bantingan mobil yang keras, minimnya fitur keamanan, serta buruknya peredam kabin. Suara mesinnya pun terbilang cukup berisik.

Soal harga, sudah pasti jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga mobil keluaran terbaru. Anda bahkan bisa merogoh kocek mulai dari 25 hingga 50 juta rupiah untuk meminang jenis super. Sementara Grand Extra berada di kisaran 40 hingga 60 juta rupiah. Tinggi rendahnya harga tergantung pada kondisi mobil serta riwayat modifikasinya. Nilai pasarannya cenderung stabil disebakan keduanya merupakan jenis yang masih banyak dicari.

Kini Super dan Grand Extra tengah naik daun menjadi produk kijang yang begitu diminati. Meskipun puluhan tahun telah berlalu, nyatanya pesona keduanya masih tak bisa dilupakan begitu saja. Di samping tipe keduanya, spesifikasi Kijang Super generasi ketiga juga diwarnai dengan keluaran kijang karoseri lainnya seperti Kijang Jantan Raider dan Rover. (AS)