Loading...

Penggunaan Bumper Fiberglass Dimulai Oleh Mobil Renault 5

Meski sempat dijual di Indonesia sampai dengan tahun 1986, Renault 5TL tergolong mobil kuno dengan populasi yang langka, karena meski sama-sama pabrikan asal Perancis, merek Renault masih kalah populer dari Peugeot. Itu sebabnya perawatan dan sparepart mobil ini menjadi persoalan tersendiri karena sangat sulit didapatkan, bahkan sudah tidak ada. Alhasil, keberadaan mobil Renault 5 di Indonesia pun hanya untuk dijadikan pajangan atau bahkan menjadi besi tua.

Kalaupun ada yang masih bisa meluncur di jalan, itupun hanya dimiliki oleh beberapa kolektor, sehingga harga jual bekas dari mobil ini sulit untuk dideteksi dan tergantung dari kesepakatan antara penjual dan pembeli. Mobil Renault jenis hatchback dengan 5 pintu ini dirakit di Billancourt, Perancis sepanjang tahun 1972 sampai dengan tahun 1996. Desainernya adalah pegawai Renault sendiri yang bernama Michel Boue.

Mengetahui desain yang dibuat anak buahnya memiliki nilai jual, bos Renault pun tertarik untuk memproduksinya secara massal. Ternyata benar, Renault 5 sukses dari sisi penjualan sehingga banyak menghiasi jalanan di kota-kota yang ada di Perancis, bahkan menjadi salah satu mobil yang populer di daratan Eropa.

Dengan popularitasnya itulah Renault 5 sempat hampir dinobatkan sebagai Europen Car of the Year pada tahun 1973, sebelum akhirnya kalah tipis dari Audi 80. Namun sayang, sukses yang diraih mobil ini tidak dapat dinikmati perancangnya karena Michel Boue keburu meninggal dunia karena kanker, sebulan sebelum Renault 5 diluncurkan.

Selama 24 tahun masa produksi, mobil Renault 5 terbagi atas 2 generasi, yaitu generasi pertama dengan nama R5 yang diproduksi tahun 1972 – 1984 dan generasi kedua yang populer dengan sebutan Supercinq.

Untuk pasar Indonesia, hanya generasi pertama R5 yang masuk dan dijual sampai dengan tahun 1986. Itupun hanya satu varian yaitu jenis hatchback 3 pintu  dengan mesin Renault Billancourt engine yang memiliki kode internal B. Mesin dengan kapasitas 845cc berpendingin air tersebut memiliki konfigurasi 4 silinder  OHV.

Mesin ini terbilang unik karena ditanamkan dengan posisi longitudinal dan diletakkan di depan layaknya mobil berpenggerak belakang, padahal mobil ini sebenarnya digerakkan oleh roda depan. Pada bagian transmisi, dapat ditemui gearbox manual dengan 4 percepatan.

Keunikan lain dari mobil Renault 5TL adalah digunakannya bumper plastik yang memiliki kelebihan tidak penyok atau rusak saat terjadi benturan kecil, seperti menabrak benda keras saat parkir mundur atau dijalankan ke belakang.

Penggunaan bahan plastik atau fiberglass pada bumper mobil yang untuk pertama kalinya digunakan oleh Renault 5 ini ternyata menginspirasi pabrikan mobil lainnya, sehingga 10 tahun kemudian sampai dengan sekarang, semua mobil menggunakan material fiberglass untuk membuat bumper.

Meski untuk pasar Indonesia penjualan Renault 5TL secara resmi hanya terdiri dari satu versi, namun ada 1 – 2 unit dari versi berbeda yang masuk ke Indonesia dengan tidak melalui penjualan secara resmi. Versi berbeda tersebut adalah Renault 5 Turbo yang salah satunya dimiliki oleh Tommy Soeharto.

Putra dari presiden RI ke-2 ini konon memiliki semua mobil reli grup B, salah satu diantaranya adalah Renault 5 Turbo yang diproduksi dalam jumlah terbatas yakni sebanyak 3.576 unit. Mobil ini memang dikenal sangat handal di medan yang ekstrim karena dilengkapi dengan mesin 1400cc turbocharger yang ditempatkan di belakang jok pengemudi.

Terlepas dari keberadaan “versi jahat” dari R5 ini, kehadiran mobil Renault 5TL memang memberikan warna baru di dunia otomotif lewat penggunaan bahan fiberglass pada bumper mobil. Sayangnya mobil kuno  ini kini sulit ditemui di Indonesia.