Loading...
en

Siapa Menyangka, Jika Desainnya Terinspirasi Dari Botol Coca Cola

Coca-Cola adalah merk minuman ringan berkarbonasi, yang berawal dari sebuah obat paten yang dibuat oleh ahli farmasi Amerika Serikat bernama John Pemberton pada akhir abad ke-19. Resep obat ini kemudian dibeli oleh Asa Griggs Candler, untuk diproduksi dan dipasarkan dalam bentuk konsentrat. Sebuah pabrik botol yang memegang kontrak eksklusif dengan Asa Griggs Candler,  mengolah konsentrat tersebut menjadi minuman dengan cara dicampur air dan pemanis,  kemudian dikemas dalam botol dan diberi nama Coca Cola.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Coca Cola yang nantinya disebut sebagai "coke" saja, berkembang pesat dan didistribusikan hampir diseluruh belahan dunia. Di Indonesia, Coca Cola hadir sejak tahun 1927 ketika Netherland Indische Mineral Water Fabrieck membotolkan untuk pertama kalinya di Batavia (Jakarta).

Dari awal pertama diperkenalkan hingga saat ini, botol minuman Coca Cola desainnya selalu menarik perhatian. Botol pertama yang dibuat pada tahun 1899, dibuat dari kaca berbentuk bening. Dilengkapi dengan tutup dari karet dengan kawat yang tersambung pada bagian dalamnya.

Pada tahun 1906, warna botolnya berubah menjadi coklat dengan dengan label merk berukuran besar yang dicetak menonjol pada bagian bawah botolnya.

Botol Coca Cola kembali berubah kembali menjadi bening pada tahun 1915. Tapi yang membedakannya adalah bentuk botolnya yang mengembang pada bagian pinggang. Tujuannya agar mudah dikenali serta mencegah pemalsuan.

Desain botol inilah yang menginspirasi para desainer untuk menciptakan berbagai produk lain, bahkan yang tidak berhubungan dengan minuman. Salah satu contohnya adalah desain mobil. Gaya ini memang banyak diterapkan pada mobil tahun 60an dan 70an, dimana jika dilihat dari samping dengan mengabaikan atap, postur bodinya terlihat seperti botol Coca Cola yang dibelah dua memanjang.

Toyota Corolla KE20 adalah salah satunya. Mobil ini adalah sedan terlaris didunia semenjak 1974, salah satunya karena faktor desain tersebut. Faktor lain adalah pemakaian bahan bakarnya dianggap irit, cocok untuk mengatasi krisis minyak yang pada masa itu melanda negara-negara barat 

Dua faktor itulah yang membuat Toyota Corolla KE20 menjadi populer dan dijual dihampir semua negara termasuk Indonesia. Disini, Toyota Corolla KE20 mulai dirakit pada tahun 1972 oleh PT Toyota Astra Motor yang saat itu baru berdiri.

 

BODI

Secara umum Toyota Corolla KE20 dijual dalam beberapa pilihan bodi. Yang pertama dan yang paling populer adalah sedan 4 pintu. Ciri khasnya ada pada lubang ventilasi pada pillar C berbentuk jajaran genjang.

Kemudian ada varian sedan 2 pintu dengan kode bodi KE20 dengan ciri khas pintu depan lebih panjang sekitar 10.

Terakhir ada coupe dengan kode bodi KE25. Yang membedakannya dengan versi 4 pintu adalah lokasi ventilasi pada pillar C,  pindah keatas fender belakang karena digunakan untuk lubang pengisian bensin. Pillar C-nya juga lebih landai dibandingkan dengan versi sedan 2 pintu. Varian coupe ini mendapat julukan Corolla Manggo.

 

MESIN

Menggunakan mesin seri 3K, yang kapasitasnya lebih besar 100cc dibandingkan dengan mesin generasi sebelumnya. Mesin ini pula yang nantinya digunakan pada Toyota Kijang generasi pertama. Seri 3K adalah mesin 4 silinder OHV berkapasitsas 1200cc, dengan pasokan bahan bakar dari sebuah karburator Keihin yang membuatnya sanggup menghasilkan tenaga sebesar 73Hp pada 6000Rpm serta torsi 93Nm pada 3800Rpm.

 

TRANSMISI DAN SUSPENSI

Untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang, digunakan transmisi manual 4 percepatan. Yang diletakkan pada sasis yang terlihat kecil namun kokoh dan ringan yaitu hanya 730Kg saja. Sasis ini sebangun dengan Toyota Corolla generasi pertama.

Suspensi depannya menggunakan model macpherson strut namun dengan tambahan swaybar sebagai penyempurnaan dari generasi pertamanya. Sedangkan bagian belakang sendiri masih menganut model per daun dengan solid axle. Bagian remnya sendiri sudah memakai cakram solid dibagian depan sementara bagian belakangnya masih memakai teromol.

 

FITUR

Walaupun diproduksi dengan berbagai model, Toyota Astra Motor hanya memasarkan 1 varian saja yaitu model 4 pintu Deluxe, tanpa diberi emblem apapun. Walaupun demikian, fiturnya tergolong lengkap untuk mobil sekelas pada masanya, yaitu radio AM/FM dan opsional AC, semua jok menggunakan material vinyl hitam, jok depan sudah reclining.

Kemudian konsol meter yang terletak dibelakang setir, berisi speedometer, odometer, indikator lampu, indikator temperatur, indikator bensin, indikator oli dan pengisian yang dibagi dalam 2 dial lingkaran.

Namun, untuk menghidupkan high beam, choke, dan wiper tuasnya berada disebelah kanan dan kiri 2 dial tadi, bukan pada batang tuas dibelakang setir. Untuk spionnya berjumlah 2 buah, diletakkan dibagian fender depan dengan cover chrome.

 

SERBA SERBI

Karena ketangguhan dan fasilitas kredit murah untuk perusahaan pada masa itu, Toyota Corolla KE20 banyak dimanfaatkan sebagai bagian dari armada taksi, antara lain oleh perusahaan President Taxi di Jakarta. Walaupun kapasitas mesinnya kecil, saat itu memang belum ada aturan dari Dirjen Perhubungan, yang membatasi kapasitas mesin kendaraan minimal 1.300 cc jika akan digunakan untuk taksi.

Sebagaimana jenis mobil lainnya, Toyota Corolla E30 juga memiliki julukan yang unik, antara lain:

1. Corolla Betawi, disingkat Corbet

Julukan ini bermula ketika mobil ini laku keras dibeli oleh para Orang Kaya Baru (OKB),  yang mendapat uang dari penjualan tanah  pada dasawarsa tahun 70an. Saat itu, memang sedang "booming" bisnis lahan untuk pembangunan Kota Jakarta, dimana para pemilik lahan adalah para penduduk asli Jakarta alias Betawi.

Dengan uang hasil penjualan tanah yang cukup besar nilainya pada saat itu, mereka ramai-ramai memesan dan membeli Toyota Corolla KE20. Hingga akhirnya mobil tersebut medapat julukan Corolla Betawi, karena sangat disukai oleh orang Betawi.

 

2. Corolla Bungkuk

Julukan ini berasal dari bentuk bagasi belakangnya yang menurun kebawah, seperti orang bungkuk,  membuat Toyota Corolla KE20 disebut sebagai Corolla Bongkok atau Corolla Bungkuk.

 

 

Selanjutnya di kategori ini: « Raja Yang Tak Lagi Bertahta

Mengapa Iklan Jual Mobil Retro dan Klasik Selalu Menyertakan Kata Mulus?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Edisi Kedua, Balai Pustaka, 1991, yang dimaksud dengan ‘mulus’ adalah (1) putih bersih, (2) halus tanpa cacat, (3) lancar; tidak ada halangan, (4) dapat berjalan dengan baik,dan (5) jujur, suci hati, tulus. Itu sebabnya, kata mulus sering digunakan untuk pada iklan penjualan mobil retro dan mobil klasik, dengan beberapa tujuan. 

VOLVO MANIA INDONESIA - JUAL/BELI/INFO VOLVO

Grup ini hanya di FaceBook & tidak ada di Media Sosial lain atau Chat Group. Untuk para penggemar, pemerhati, pengguna VOLVO. Share uneg2, informasi, jual-beli, dll yg hanya berhubungan dengan VOLVO. No SARA, No Politics, No Spam, No Promo Produk Lain & No Heart Feeling tentunya. 

Kulineran Di Mobil, Mengulang Trend 50 Tahun Yang Lalu

Kondisi yang terjadi saat pandemi ini memang merepotkan dunia kuliner, baik para penyedia ataupun…

Touring Bersama Keluarga, Banyak Manfaatnya Juga

Pada saat memasuki usia senja, umumnya kita seringkali dilanda kesepian. Juga dengan berbagai…