TRANSLATE

Mehari, Kendaraan Lintas Alam Asli Perancis

Pada suatu waktu, Perancis pernah memiliki beberapa daerah jajahan. Oleh sebab itu, Perancis membutuhkan kendaraan lintas alam atau jip yang handal melintasi berbagai medan dimanapun berada. Namun, Perancis  pada  saat itu belum memiliki kendaraan yang memilki kemampuan tersebut.

Citroën, sebagai salah satu produsen mobil dari negara ini kemudian melakukan percobaan membuat sebuah Citroën 2CV yang memiliki  2 mesin dan 2 sistem penggerak. Sayangnya, kendaraan ini tidak dapat memenuhi persyaratan kendaraan lintas alam yang pengoperasian dan perawatannya  sederhana, agar mudah diperbaiki bila terjadi kerusakan .

Hingga pada akhirnya,  Citroën merilis Citroën Mehari,  yang tak lain adalah versi jip dari Citroën 2CV. Nama Mehari sendiri berasal dari nama prajurit kolonial Perancis di Algeria yang menunggang unta, yang disebut méhariste.

Citroën Mehari dikembangkan oleh  Roland de la Poype, seorang anggota angkatan udara Perancis yang mengikuti perang dunia kedua sebagai bagian dari front Soviet. Setelah pensiun pada tahun 1947, ia kemudian memulai karir sebagai industrialis dibidang plastik di Perancis.

Desain Mehari dianggap revolusioner karena menggunakan bahan plastik ABS (Acrylonitrile butadiene styrene) , hasil proses dari 3 jenis bahan yaitu:

  1. Akrilonitril; Monomer sintetis yang dihasilkan dari propilen dan amonia. Komponen ini berkontribusi terhadap ketahanan kimiawi dan stabilitas panas ABS.
  2. Butadiena; Diproduksi sebagai produk sampingan dari produksi etilen dari steam cracker. Komponen ini memberikan ketangguhan dan ketahanan akan benturan pada polimer ABS.
  3. Stirena; Diproduksi dari dehidrogenasi etil benzena. Monomer ini memberikan sifat kaku pada plastik ABS.

ABS adalah bahan pilihan ideal untuk berbagai aplikasi struktural, berkat beberapa sifat fisiknya seperti:

  • Tingkat kekakuan yang tinggi
  • Ketahanan benturan yang baik, bahkan pada suhu rendah
  • Sifat isolasi yang baik
  • Ketahanan abrasi dan regangan yang baik
  • Stabilitas dimensi yang tinggi (kuat secara mekanis dan awet)
  • Kecerahan permukaan tinggi dan aspek permukaan luar biasa
  • Ketahanan yang sangat baik terhadap zat asam dan alkali
  • Resistensi sedang terhadap hidrokarbon alifatik

ABS menunjukkan sifat mekanis yang sangat baik, diantaranya keras dan tangguh sehingga memiliki ketahanan benturan yang baik. Acrylonitrile Butadiene Styrene juga memiliki sifat isolasi listrik yang baik. Berkat penggunaan ABS, berat total Citroën Mehari hanya sekitar 570Kg saja

Secara tampilan,  Citroën Mehari memang begitu sederhana dan tergolong unik bagi karena pada panel bodinya terdapat beberapa guratan berupa tulangan untuk meningkatkan kekuatan strukturalnya.

Mobil ini hanya tersedia dalam bentuk 2 pintu, namun tersedia customisasi yang di cukup beragam dengan pilihan atap kanvas, atap keras atau tanpa atap.

Penggunaan bahan plastik ABS (Acrylonitrile butadiene styrene) memang memudahkan perawatan. Apabila terjadi kerusakan pada panel bodi, bisa langsung diganti dengan panel baru yang dijual bebas Citroën. Panel baru ini standarnya berwarna putih, agar mudah di cat warna lain jika diperlukan.

Untuk bagian mekanikalnya,  Citroën Mehari kurang lebih sama dengan Citroën Dyane 6 maupun 2CV. Mesinnya twin flat -  2 silinder berpendingin udara dengan konfigurasi boxer berkapasitas 602cc yang diletakkan dibagian depan.

Mesin ini sanggup menghasilkan daya 32Hp pada 5750Rpm, dengan kecepatan maksimum 100Km per jam. Untuk menyalurkan tenaga mesin ke rodanya digunakan transmisi manual 4 percepatan.

Citroën Mehari dipasarkan selama lebih dari 18 tahun. Citroën memproduksi 144.953 Méhari antara bulan Mei 1968 sampai dengan akhir produksi pada tahun 1988.

Selain versi 4X2 gerak roda depan, juga ada versi 4X4 dengan transmisi manual 3 percepatan dengan transfercase yang cukup langka karena hanya diproduksi sebanyak 1300 unit antara 1979 sampai 1983 saja.

Keberadaan  Citroën Mehari Di Indonesia, berawal dari mobil dinas bagi beberapa insinyur asal Perancis dalam pembangunan bendungan waduk Jatiluhur pada tahun 1967/1968. Mobil ini juga sempat dirakit 1975 oleh Rasa Sayang Total Motor, Sebelum digantikan oleh FAF.  Tapi hanya varian 2WD saja.