Loading...
en

COLT DOLAK, Pesona Mobil Niaga Lintas Generasi

Berbicara soal mobil tua, bukan saja tentang mobil-mobil mewah di zamannya yang menjadi tunggangan para elite, melainkan juga soal mobil-mobil niaga yang rela dijadikan kuda beban. Salah satunya adalah Mitsubishi Colt T Series. Seri besutan pabrikan Jepang satu ini rasanya layak disebut sebagai kendaraan tangguh lintas medan dan zaman. Lebih dari itu, kiranya tak berlebihan menyebut Colt T Series yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama Colt Dolak sebagai maha karya Mitsubishi yang tak lengkang oleh waktu.

Sebutan ini tak terlepas dari kemampuan Mitsubishi Colt T Series yang siap melibas berbagai medan bahkan kekuatan mobil niaga ini masih bisa diandalkan hingga kini oleh para ‘juragannya’. Seri yang baru saja disebut sejatinya bernama asli Delica di negeri asalnya. Nama yang terdengar manis di telinga itu adalah singkatan dari Delivery Car. Sebagaimana nama yang disematkan tersebut, pada kenyataannya Delica memang dikeluarkan Mitsubishi sebagai senjata untuk merebut pasar kendaraan angkutan.

Namun, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor sebagai ATPM Mitsubishi di Indonesia memperkenalkannya sebagai Colt. Meski nama tersebut terdengar  tidak semanis Delica, tetapi Colt begitu melegenda dalam sejarah kendaraan angkutan di Tanah Air. Penyebutan yang mudah tak pelak telah turut pula mempopulerkan nama kendaraan tersebut kepada masyarakat Indonesia.

Colt sendiri mulai diimpor oleh Krama Yudha Tiga Berlian pada 1970. Memasuki Tanah Air, mobil niaga itu segera menjadi primadona dan sukses merajai jalanan hingga tahun 1990-an. Generasi pertama Colt T Series adalah Colt T 100 dan seri berikutnya adalah Colt T120.

Seri pertama lebih masyur di masyarakat sebagai Colt Dolak atau Colt Bagong. Saat ini Colt Bagong menjadi buruan bagi para penggemar mobil retro. Menyoal dapur pacu, Colt Bagong diperkuat dengan mesin seri KE44 dengan kapasitas 1100cc. Mesin tersebut sanggup menghasilkan daya hingga 62 ps. Untuk mobil pada zamannya, Colt Bagong termasuk mumpuni dan mampu dipacu hingga kecepatan 115 km per jam.

Selanjutnya, pada 1975 Mitsubishi menghadirkan generasi mobil niaga terbaru Colt T Series. Bertajuk Colt T120, seri ini memiliki tampilan dan kapasitas mesin yang lebih lagi dibandingkan sang kakak. Seri ini menyunggi mesin seri Neptune dan kapasitas mesin mencapai 1400 cc. Ciri yang paling mudah dikenali dari seri ini adalah keberadaan 4 buah lampu depan yang posisinya lebih bawah dibandingkan seri sebelumnya. Sebagai perbandingan seri Colt T 100 hanya mengusung 2 lampu utama.

Melintasi zaman, Colt nyatanya tetap menjadi primadona bagi para pemilik usaha di pedesaan maupun perkotaan. Mesinnya yang bandel dan selalu siap diajak melibas segala medan membuat para ‘juragannya’ tetap mencintainya. Apalagi Colt T Series juga sangat jarang mempermalukan para juragannya di jalanan. Meski ‘rewel’, Colt T Series tetap bersedia diajak pulang kandang, sekalipun harus berjalan-pelan.

Hal ini tidak terlepas dari kemudahan perawatan dan perbaikannya. Onderdil mobil niaga ini pun tidak sulit didapatkan bahkan bisa dioplos alias dipasangi onderdil kendaraan lainnya. Hal ini nyaris tidak pernah terjadi pada mobil seri apapun dari merek apa pun juga!

Di samping mesin yang gahar, bodi Delica juga sangat sangar. Anda tak akan mudah bahkan nyaris tak akan menemukan kendaraan angkutan sekelas Colt T Series yang bodinya benar-benar dari plat dan bukan sekedar besi kaleng tipis. Tak mengherankan jika bodi Colt T Series tampak tetap kokoh meski kini usianya tak lagi muda. Saking kuatnya material plat di bodinya, sekalipun catnya mungkin mengelupas, tetapi sangat jarang Colt T memiliki bodi yang penyok.

Padahal, sebagai primadona mobil niaga, Colt T Series terbilang sebagai kendaraan yang hampir selalu dipaksa membawa beban melebihi standard pabrik yang ditetapkan. Daya angkut standar pabrik Colt T Series hanya sekitar 750 kg, tetapi kenyataannya mobil tersebut akan tetap sanggup sampai tujuan mengangkut hingga lebih dari 1 ton.

Sebagaimana Mobilretroklasik.com acap kali lihat di pedesaan,  hingga kini Colt T Series terlihat masih ngeses diminta membawa pasir dari kawasan kali Gendol atau kali-kali lain yang berhulu di Gunung Merapi atau membawa kayu gelondongan bermuatan penuh. Demikian halnya di kawasan perkotaan Colt T Series masih tetap percaya diri melenggang diantara banyak kendaraan angkutan masa kini yang lebih modern.

Colt T Series bahkan juga menjadi mobil niaga untuk keperluan wisata. Hal ini Mobilretroklasik.com jumpai di kawasan wisata Goa Pindul, Gunung Kidul, Yogyakarta. Colt T Series seri pick up di poles dengan menarik. Catnya diperbaharui, sehingga tampak tampan meski usianya sudah tua. Deretan Colt T Series tampak melintas dengan ringannya membawa para wisatawan dari satu spot ke sebuah spot lain di area wisata ini yang memang medannya menanjak dan turunan cukup curam dan lagi berkelok.

Kemampuan Colt Dolak yang tetap siap diajak bekerja di usianya yang senja membuktikan bahwa mobil ini begitu tangguh. Anda tentu bisa membayangkan, jika kini Colt T Series masih bisa diajak melibas berbagai medan, dulu pada zaman keemasannya jelas mobil ini jauh lebih kuat. Demikian tangguhnya  Colt T Series, rasanya tak berlebihan jika menyebut ‘Colt T Series: Maha karya Mitsubishi yang tak lengkang oleh waktu.

Di tag dibawah

 

 ------------------------------------------

Tak Perlu Daftar ataupun Login, jadwal Kegiatan Komunitas Motor Trail di seluruh Indonesia, kini dapat dilihat dengan mudah melalui Aplikasi Android IAC

 ------------------------------------------

 
 
promo gratisUntuk membantu memulihkan kondisi ekonomi akibat Pandemi COVID-19, kami akan mempromosikan semua jenis produk anda di website ini secara GRATIS!  Caranya, kirimkan data lengkap seperti nama produk, info singkat, foto, harga, cara order (WA, bukalapak, shopee, tokopedia, dll berikut link-nya) kepada kami via WA ke 0811112227. 

 

Renault 18TL, Mobil Eropa Dengan Desain Stylish dan Nyaman Saat Dikendarai

Mobil yang diproduksi di pabrik Flins, Perancis untuk pertama kalinya pada bulan Desember 1977 ini, mulai diperkenalkan di pasar internasional pada ajang Geneva Motor Show bulan Maret 1978. Mobil Renault 18TL dimaksudkan sebagai pengganti Renault 12 yang sudah tidak diproduksi lagi sejak tahun 1969. Mobil ini semula hanya dibuat dalam bentuk sedan 4 pintu yang terdiri atas 4 varian yaitu TL, GTL, TS dan GTS, selanjutnya diproduksi versi estate pada bulan Maret 1979 serta versi mesin diesel…

The History of Oplet, Classic Car in Indonesia

Oplet, classic Car in Indonesia - In Indonesia around the 30s to 70s, oplet is commonly found around Jakarta. It is the classic car used as public transportation and has become the most popular one in Jakarta because the bus was still rare at that time. When the Kampung Melayu station was built, oplet became even more famous. Oplet was no longer public transportation since 1979 and was replaced with mikrolet, a more modern type of transportation.
 

Karoseri Bak Truk Untuk Angkut Sapi

Karoseri Bak Truk Rp60.000.000 Per Unit

Baca Selengkapnya...