Datsun 510, Mobil Sedan Kotak yang Tetap Menarik Hingga Kini

Setiap merek mobil di dunia ini, menempatkan sedan di kelas istimewa dibandingkan dengan jenis mobil lain yang juga diproduksinya. Tak salah memang, lantaran sedan selama ini dikenal sebagai kendaraan mewah, terlepas dari apa pun mereknya. Nah, Datsun pun juga memiliki sedan legendaris. Namanya adalah Datsun 510. Di Indonesia, seri mobil yang satu ini dikenal dengan nama Datsun Kotak. 

Walau usianya sudah menginjak 50 tahun, tetapi mobil  tersebut tetaplah menarik hingga kini bahkan mobil ini menjadi incaran para pecinta mobil klasik. Datsun 510 atau juga dikenal dengan P510 pertama kali dirilis pada 1968  dan terus bergulir hingga 1973. Disebut sedan kotak, karena mobil yang satu ini memang bentuknya kotak. Ada secuil kisah sejarah penting, di balik munculnya produk Datsun 510 ini. Awalnya, Datsun hanyalah pabrikan mobil yang menggunakan ‘irit bahan bakar’ sebagai jurus utama merebut pasar.

Namun, pada 1960, sebuah perubahan cukup mendasar terjadi. Nissan selaku pemilik Datsun mengirim Yutaka Katayama atau lebih dikenal dengan Mr.K ke Amerika Serikat (AS) dengan tujuan mempelajari selera orang luar Jepang terhadap sebuah mobil. Hasilnya, Mr. K menemukan bahwa orang AS menggemari mobil yang mudah dikemudikan dan sekaligus ‘bergaya’. Produk semacam ini bisa terjawab melalui BMW 1600-2.

Usai kembali dari Amerika, ia pun akhirnya ‘meracik’ sendiri BMW versinya sendiri. Disokong oleh Teruo Uchino, pegawai Nissan dari divisi desain di Nissan Jepang, akhirnya lahirlah Datsun 510.

Oleh karena diilhami dari ‘penelitian di Barat’, Datsun 510 pun lahir dengan ‘wajah’ yang mirip dengan mobil kuno dari Eropa, yaitu BMW. Tak mengherankan jika mobil ini pun sempat dijuluki sebagai BMW-nya orang miskin alias Poor Man’s BMW. Julukan itu sendiri disematkan, karena mobil buatan Jepang itu masih dianggap sebagai mobilnya orang kaya pada saat itu.

Terlepas dari julukan tersebut, nyatanya Datsun Kotak memiliki pamornya sendiri. Mobil ini berhasil menguasai pasar Amerika dan terjual hingga 45 ribu unit di tahun pertama pembuatannya. Sementara di seluruh dunia, Datsun 510 berhasil terjual sebanyak 400 ribu unit. Jumlah yang fantastis untuk ukuran tahun 60-an hingga 70-an, mengingat saat itu jumlah mobil tak massif seperti saat ini, di mana pun di dunia!

Angka penjualannya yang tinggi memang sangat bisa dipahami, mengingat kehandalan mobil ini. Menyunggi mesin dengan 4 piston segaris dari keluarga mesin L dan J, mobil ini menyodorkan pilihan mesin yang ‘cukup besar’, untuk ukuran kala itu, yaitu 1.3L hingga 1.8 L.

Suplai bahan bakar ke dalam mesin menggunakan karburator twin barrel dari Hitachi. Mengandalkan penggerak belakang, menjadikan Datsun 510 hadir sebagai ‘sedan tangguh’ di zamannya. Mobil ini menggunakan transmisi manual 4 percepatan syncromesh. Tenaga yang dihasilkan dari mesinnya mampu menembus 96Hp pada 5600 Rpm dan torsi 135Nm pada 3600 Rpm. Hasil tenaga maksimum itu hanya selisih 30Hp dari BMW 1600-2 yang ‘mengilhami’ kelahirannya.

Sementara itu, khusus mesin L bahkan memiliki keunggulan, yaitu part-nya bisa dibongkar. Dengan demikian, mesinnya pun bisa di-upgrade. Hal ini pula yang membuat Datsun 510 alias si Datsun Kotak tetap menjadi primadona di kalangan pecinta mobil retro. Mereka bisa mengubah mesinnya dengan kapasitas yang lebih besar, bahkan hingga 2.0 L, sehingga bisa diajak ‘balap’ dan menyesuaikan kondisi masa kini, meski bodi ‘masa lalu’.