Loading...
en

PENYAKIT COROLLA DX dan Cara Mengatasinya

Ketangguhan dari performa Corolla DX tentu tidak ada yang menyangsikan, karena mobil besutan Toyota ini memang dikenal memiliki mesin yang tangguh sekaligus irit sehingga membuatnya menjadi salah satu mobil retro legendaris yang banyak diburu kolektor mobil. Namun setangguh apapun mobil yang juga dikenal dengan nama Corolla KE70 ini, karena buatan pabrik sudah pasti memiliki sisi lemah yang membuatnya butuh perawatan dan perbaikan.

Beberapa penyakit Corolla DX tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.  

 

Setir Berbunyi

Penyakit Corolla DX yang mengganggu kenyamanan saat berkendara adalah munculnya suara ‘dug-dug’ saat mobil sedang melaju terutama pada saat melewati jalan yang bergelombang. Suara tersebut relatif keras, sehingga tidak hanya didengar oleh pengemudi, tetapi juga semua penumpang yang berada di dalam mobil. Getarannya pun terasa hingga ke setir.

Munculnya suara ‘dug-dug’ pada saat mobil melintasi jalan yang terjal atau bergelombang tersebut pada umumnya disebabkan oleh dua hal: pertama, baut pengunci as setir bawah yang terhubung dengan rack end aus atau kendur.

Kedua, cross joint setir yang menghubungkan tangan setir panjang yang ada di atas dengan tangan setir pendek yang ada di bawah telah aus. Sebagaimana diketahui, fungsi dari cross joint adalah membantu suspensi saat bergerak naik turun sehingga pergerakannya menjadi fleksibel.

Untuk menghilangkan bunyi ‘dug-dug’ dan getaran, cara yang dapat dilakukan tergantung dari kerusakan. Jika kerusakan hanya disebabkan oleh kendur atau ausnya baut yang menyambung dan menghubungkan as setir bawah dengan rack end, untuk mengatasinya tinggal mengencangkan atau mengganti baut tersebut. Namun jika kerusakan disebabkan karena permasalahan pada cross joint, maka untuk mengatasinya harus diganti dengan cross joint yang baru.

 

Setir Terasa Berat

Meski belum dilengkapi dengan power steering, Corolla DX memiliki putaran setir yang responsif. Hal tersebut terkadang tidak disadari oleh mereka yang baru membeli sedan empat pintu ini dan menganggap sesuatu yang biasa mengingat mobil yang mereka beli adalah mobil retro dengan umur yang hampir empat dekade.

Padahal, dengan kondisi setir yang berat tentunya akan sangat mengganggu saat dipakai, terutama saat dipakai untuk parkir di tempat yang sempit. Jika tidak terbiasa dan tidak memiliki trik khusus, dijamin butuh waktu yang lama untuk memarkir mobil ini di area parkir yang sempit.

Untuk mengetahui sempurna tidaknya kondisi setir dapat dilakukan pengecekan dengan cara mengganti velg yang dipakai dengan velg ukuran standar agar dapat dibandingkan dengan velg racing yang lebih lebar.

Setelah diganti dengan velg standar, belokkan setir hingga 180 derajat. Jika setelah dibelokkan setir tidak mau berputar balik sendiri alias kurang responsif, itu pertanda bahwa setir terasa berat dan butuh perbaikan.

Cara untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan beberapa cara: pertama, karena persoalan tersebut disebabkan oleh hilangnya pelumas di dalam rack end yang menyebabkan gigi-gigi rack end aus, maka harus diganti dengan rack end yang baru, sebab rack end tersebut dibuat satu paket.

Kedua, persoalan setir yang berat bisa disebabkan karena rusaknya boljoin. Kerusakan pada boljoin ini sebenarnya bisa diatasi dengan cara diservice. Namun jika sudah terlalu sering diservice maka sebaiknya dibelikan yang baru untuk kenyamanan dalam berkendara.

Satu lagi cara mengatasi setir yang terasa berat pada Corolla DX adalah dengan memodifikasi setir dengan dijadikan power steering. Alternatif ini merupakan cara paling mudah sekaligus memberi kenyamanan yang lebih, namun merupakan cara yang butuh biaya paling mahal.

Bicara mengenai biaya, harga Corolla DX tahun 80-an itu sama dengan Peugeot 605 tahun 90-an. Kalo diminta memilih, anda mau ambil yang mana?

Di tag dibawah