Renault 4 GTL: Mobil Eropa yang Hanya Tersisa Tiga di Indonesia

Jika kita jeli menonton film-film barat, kita bisa jadi sering melihat mobil eropa antik ini berseliweran di jalan-jalan sebagai mobil polisi. Mobil itu tak lain adalah Renaut 4 GTL. Kini, mobil tipe hatchback ini memang menjadi salah satu mobil legendaris yang sudah mulai langka. Renault 4 (atau 4L/GTL) muncul pertama kali pada1961.Model ini kemudian menjadi mobil polisi yang juga disukai masyarakat Perancis. Mobil ini bahkan juga digunakan Marreau bersaudara di ajang reli Paris-Dakar.

Renault 4 L ini adalah jawaban dari Citroen 2CV, mobil eropa produksi 1948. Renault mempelajari kelebihan dan kekurangan desain 2CV. Lalu, Renault ingin memproduksi mobil yang lebih besar, yang cocok untuk masyarakat perkotaan. Di musim semi 1956, Bos Renault Pierre Dreyfus meluncurkan proyek baru, yaitu membuat model baru untuk menjadi pasangan 4CV yang bisa menjadi mobil yang cocok untuk semua orang, dari kaum hawa hingga pembalap.

 

 

Beragam Versi

Renault 4 L punya beragam versi, seperti Sixties, Jogging, dan Safari. Semuanya dijual dengan warna beda sementara versi lain seperti Clan dan Savane sama seperti model standar lainnya.Ada juga model khusus yang tidak terlalu dikenal seperti Plein Air, Sinpar 4x4 dan versi LPG serta elektrik.

Versi 4 GTL hadir pada 1978 dengan mesin 1108cc dari Renault 6 TL. GTL dikenali dari warnanya yang serba abu-abu di bagian depan, bemper dan garis karet di sepanjang belakang puntu.  Dashboardnya juga sudah dimofidikasi dan jok kain untuk tempat duduknya.

Di Kolombia, Renault 4 L termasuk salah satu mobil eropa terlaris, dan meninggalkan banyak kenangan bagi masyarakat Kolombia. Mobil ini dinamai “ Amigo fiel” (artinya dalam Bahasa Indonesia adalah teman yang setia). Renault 4 L diproduksi di pabrik SOFASA di Envigado dekat Medellin sepanjang 1970-1992.

 

 

Insipirasi Bagi Mobil Listrik Terbaru Renault

Para produsen mobil seluruh dunia tengah mengembangkan mobil listrik sebagai upaya mengurangi emisi. Nah, Renault juga tidak mau ketinggalan. Mereka memproduksi mobil ramah lingkungan yang tampilannya malah mirip dengan 4 L yang melegenda ini.

Renault e-Plein Air EV adalah mobil listrik yang jauh dari kesan canggih, futuristik. Dari tampilan seperti bumper,bodinya yang sangat sederhana, kita akan kembali ke era 1960an. Namun, mobil ini juga tidak lupa memasukkan unsur modern. Sebagaimana dilansir dari Insideevs, Renault e-Plein Air EV juga memasukkan instrument panel digital.

 

 

Hanya Ada Tiga Renault 4L di Indonesia

Renault 4L termasuk mobil eropa yang langka ditemui di Indonesia. Tedy Wahyu Purnama membeli mobil Renault 4 L rakitan 1968 dari seorang dokter. Sebagaimana penuturannya kepada Otopedia, Tedy nekat membeli mobil jadul ini dalam kondisi yang sudah tidak berjalan lagi.

“Mobil ini punya seorang dokter. Kondisinya sangat mengenaskan berada di kebun. Pas liat mobil ini, nggak tahu kenapa, saya langsung jatuh cinta dan langsung membelinya. Saya belinya tahun 2013 lalu, harganya Rp24,5 juta,” papar Tedy.

Teman-teman Tedy mempertanyakan alasannya membeli mobil ini. Tedy mengakui harus bekerja keras memperbaiki mobil ini dari awal, terlebih suku cadangnya tidak mudah ditemui dan harganya mahal.

Dengan bantuan teman-teman komunitas Renault, mobil 4 L ini akhirnya kembali ‘normal’. Menurut Tedy, hanya ada tiga mobil Renault 4 L di Indonesia (termasuk yang dimilikinya saat ini). Praktis mobil ini tidak terlalu banyak perubahan. Dia bahkan mengakui Renault 4 L miliknya masih oke saat melakukan perjalanan keluar kota.

Bagaimana, Anda tertarik beli mobil eropa jadul yang mulai langka ini?