Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh ahli sejarah, Jeep Willys koleksi museum Benteng Vredeburg ini memiliki jasa yang luar biasa pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI dan saat ibu kota Republik Indonesia pindah ke Jogja.
Konon kabarnya, Jeep Willys ini juga digunakan oleh Hamengku Buwono (HB) IX, untuk berkeliling wilayah pada awal masa jabatannya sebagai raja alias sultan Jogja di usianya yang masih 20-an.
Bahkan ada satu cerita menarik tentang hal tersebut yang tertulis dalam buku Tahta untuk Rakyat, biografi dan bunga rampai tulisan tentang Sri Sultan Hamengku Buwono IX, S.K. Trimurti sebagai berikut:
Seorang simbok bakul beras dari daerah Kaliurang sedang menunggu kendaraan di tepi jalan. Dari kejauhan dilihatnya sebuah kendaraan jip meluncur ke selatan. Wanita ini memberhentikan jip tersebut karena hendak menumpang ke pasar Kranggan. Dia memang biasa nunut-nunut kendaraan yang datang dari utara menuju ke selatan, dan pulangnya juga nunut kendaraan dari arah sebaliknya. Ongkosnya pun sudah diketahui, berapa rupiah rata-rata untuk satu kali menumpang.
Jip itu berhenti di depan simbok bakul itu. Seperti biasanya, ia menyuruh sopir kendaraan itu mengangkat bawaannya, beras entah berapa karung, untuk dinaikkan ke dalam jip. Sopir itu pun mengikuti perintahnya.
Setiba di depan pasar Kranggan sopir itu turun dan menurunkan karung-karung beras yang ada di dalam jip. Setelah selesai, simbok bakul itu dengan sikap tegak lurus memberikan uang upah sebagal imbalan kepada sopir. Tetapi, dengan sikap sopan sang sopir tidak mau menerima uang tersebut dan mengembalikannya kepada simbok bakul itu.
Simbok itu marah-marah karena mengira ia menuntut upah lebih banyak lagi. Di tengah kemarahannya ia mengatakan, mengapa sopir yang satu ini tidak mau diberi uang sekian, padahal biasanya sopir-sopir yang lain menerima. Tanpa berkata apa-apa, sopir tersebut menjalankan jipnya dan terus melaju ke arah selatan.
Setelah jip itu lenyap, seorang polisi yang kebetulan berada di sana menghampiri simbok bakul itu dan bertanya, "Apakah mbakyu tahu, siapa sopir tadi?" Masih dalam nada marah, simbok itu menjawab, "Sopir ya sopir. Habis perkara! Saya tidak perlu tahu namanya. Memang sopir yang satu ini agak aneh."
Polisi itu berkata lagi, "Kalau mbakyu belum tahu, akan saya kasih tahu. Sopir tadi adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, raja di Ngayogyakarta ini." Seketika itu juga simbok bakul tadi jatuh pingsan, terjerembab ke tanah. Dia sangat menyesali perbuatannya yang sangat kurang ajar terhadap rajanya.
ASAL USUL NAMA "JEEP"
Berdasarkan data dari en.wikipedia.org, Jeep Willys koleksi museum Benteng Vredeburg adalah Jeep Willys MB. Meski mobil ini tergolong adalah kendaraan utilitas militer ringan (light military utility vehicles) berkemampuan off-road Amerika yang sangat sukses, asal usul nama “Jeep” sampai sekarang masih belum jelas.
Ada beberapa laman terpercaya yang mencoba mengulasnya, antara lain:
1. Tanks-encyclopedia.com
Istilah Jeep mungkin berasal dari Pelafalan "GP”, yang merupakan singkatan dari kata General Purpose, kutipannya sebagai berikut:
At least several theories exist, but anyway, the original army designation was too long to be used in everyday soldier talk. It was perhaps the bastardization of “General Purpose”, “GP”. Anyway, it started as a nickname and had a life of itself, surviving the original manufacturers. On military test bases, mechanics usually called untested models “Jeep”.
Jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia:
Setidaknya ada beberapa teori yang ada, tetapi bagaimanapun juga, sebutan tentara yang asli terlalu panjang untuk digunakan dalam percakapan sehari-hari para prajurit. Itu mungkin merupakan pelesetan dari "General Purpose", "GP". Bagaimanapun, itu dimulai sebagai nama panggilan dan memiliki kehidupan sendiri, bertahan dari produsen aslinya. Di pangkalan uji militer, mekanik biasanya menyebut model yang belum diuji sebagai "Jeep".
2. Motortrend.com
GP bukanlah nomenklatur Angkatan Darat pada Perang Dunia II dan hanya terlihat pada dokumen-dokumen yang tidak jelas. Jadi, GP bukanlah singkatan General Purpose, tetapi memiliki arti yang lain yaitu :
- "G": menandakan kendaraan dibuat berdasarkan kontrak dengan pemerintah.
- "P": menunjukkan jarak sumbu roda 80 inci.
Sebelum digunakan oleh Willys-Overland, Istilah Jeep pertama kali muncul dikalangan para GI (singkatan dari Government Issue) merujuk pada "seorang prajurit di angkatan bersenjata Amerika Serikat, khususnya angkatan darat" pada Perang Dunia II , tetapi masih digunakan hingga saat ini.
Para Gi ini memberikan nama “Jeep” karena kemampuan mobil ini yang dapat melompati bukit seperti nama hewan misterius dengan kemampuan magis atau supranatural yang bernama Eugene The Jeep. Ini kutipannya:
Eugene-the-Jeep, a character in the Popeye the Sailor comic strip by E.C. Segar debuted in 1936, was magical in his abilities and became a beloved character. The term "jeep" became known in the civilian world as describing something extraordinary. How Segar found the word and why he used it for the comic strip is still a mystery.
Karakter dalam komik strip Popeye the Sailor karya EC Segar ini memulai debutnya pada tahun 1936. Eugene The Jeep juga hadir dalam versi animasi petualangan Popeye, termasuk tiga film pendek Fleischer Studios pada akhir 1930-an/awal 1940-an, dengan penampilan yang lebih luas dalam kartun Popeye yang diproduksi untuk TV.
Istilah “jeep” mulai dikenal di dunia sipil karena menggambarkan sesuatu yang luar biasa. Bagaimana EC Segar menemukan kata tersebut dan mengapa dia menggunakannya untuk komik Eugene The Jeep, sampai saat ini masih menjadi misteri.