Peugeot 505, Mobil Eropa Ter"kece" dan Mantab Pada Eranya

Mobil eropa memang tak banyak menjamur di Indonesia. Hal ini lantaran orang Indonesia lebih menyukai mobil-mobil bentukan Jepang. Bentuk yang lebih menawan menjadi alasan di balik kecintaan masyarakat Tanah Air terhadap kendaraan buatan Negeri Sakura. Lain halnya dengan orang-orang Barat yang lebih mengutamakan fungsi. Lantaran bentuk bukan number one, barangkali yang membuat mobil-mobil Eropa memiliki bentuk yang menurut pandangan kita ‘nyleneh’. Meski demikian, bukan berarti sama sekali mobil Eropa tak ada di negeri ini.

‘Spesies-spesies’ langka buatan Peugeot misalnya, masih cukup diminati di kalangan pecinta mobil eropa kuno. Salah satunya adalah Peugeot 505 yang bisa dibilang sebagai tunggangan terkece sekaligus mantab di eranya. Mobil buatan pabrikan Perancis ini pertama kali dibuat pada 1979 di Eropa. Dintara berbagai varian buatan merek asal Negeri Mode tersebut, 505 termasuk yang paling sukes di pasaran.

Hadir dalam bentuk sedan dan station wagon, mobil ini pun tersedia dalam dua ragam mesin, yaitu bensin dan diesel. Daya tarik dari mobil ini adalah styling yang menarik, sekaligus memiliki pengendalian yang mantab. Tak hanya itu, 505 juga memiliki tingkat kenyamanan dan keamanan cukup mumpuni. Khusus di Indonesia dan negeri asalnya mobil ini terus diproduksi hingga tahun 1989.

Saking suksesnya tipe mobil eropa ini, di Argentina dan China produksi masih terus dilakukan hingga tahun 1990-an. Peluncuran di Indonesia dilakukan pertama kali pada 1980. Peugeot 505 menggantikan seri sebelumnya yang juga telah lebih dulu mengaspal jalan Tanah Air, yaitu Peugeot 504. Namun, Peugeot 505 baru masuk Indonesia secara resmi pada 1981, melalui PT multi France Motor.

Model yang masuk saat itu adalah 505 GR yang menyunggi mesin berkapasitas 2000 cc. Seri tersebut menggunakan transmisi manual dengan 4 percepatan. Mesin yang dipakai maish mesin bertipe 1971 cc 4-cylinder "XN1/XN1A" pushrod engine, merupakan jenis mesin paling tua diantara jenis mesin lainnya. Beberapa tahun melenggang, Peugeot 505 kemudian baru memperbaharuai serinya.

Seri Facelift mobil eropa ini keluar pada tahun 1984-1985, hadir dengan transmisi  M/T 5-speed dan A/T 4-speed dengan tipe mesin 1995 cc 4-cylinder ZEJK "Douvrin" engine—all-alumunium inline (OHC, Bosch K-Jetronic fuel injection).

Pada periode yang sama juga keluar jenis 5050 GR yang oleh orang Indonesia disebut sebagai "Paus" atau "Bemper Panjang". Model ini menandai masa masa transisi dari tipe 505 GR ke GTi.  Selanjutnya, pada tahun 1987 akhir sampai 1989, generasi 505 terakhir yang  dirilis di Indonesia adalah Peugeot 505 GTi dengan spek mesin 2165 cc 4-cylinder ZDJL "Douvrin" engine (OHC, Bosch L-Jetronic fuel injection). Mesin ini lebih ‘cerdas’, karena menggunakan injeksi dibandingkan pada varian sebelumnya yang masih mengandalkan karburator.

Dari bagian dapur pacu, beranjak ke sisi bodi. Peugeot 505 yang hadir di Indonesia sudah dilengkapi dengan deffoger kaca belakang dan wiper yg sudah intermitten. Model yang hadir juga sudah memiliki fitur econoscope yang berguna untuk mengetahui konsumsi BBM (boros atau tidak).

Varian mobil eropa tersebut masih mengadopsi velg kaleng dan dop, a/c. Sementara untuk tipe Peugeot 505 GTi sudah mengandalkan velg racing dan p/w. Bodinya juga tampak lebih molek dan tampilan dashboard yang cukup elegan, untuk ukuran di zamannya.

Nah, sekian dulu ulasan mobilretroklasik.com tentang Peugeot 505. Semoga memberi manfaat, khususnya bagi Anda yang berencana meminang tunggangan lawas yang kece ini.