Loading...
en

Mobil Citroen Traction Avant, Pertama di Dunia dengan Penggerak Roda Depan

Mobil antik jenis sedan yang diproduksi sepanjang tahun 1934 – 1957 ini merupakan pelopor produksi massal revolusi dua fitur yang selanjutnya dipakai pada produk-produk mobil pada saat ini. Kedua fitur yang dirombak secara radikal oleh mobil Citroen dari mobil-mobil yang ada sebelumnya tersebut adalah ‘penggerak roda depan’ dan ‘suspensi independen empat roda’. Karena revolusi yang dilakukannya itulah mobil ini dinamakan Traction Avant yang dalam Bahasa Perancis memiliki arti ‘tarikan depan’ atau ‘penggerak roda depan’.

Teknologi ini sebenarnya telah digunakan pada mobil Graf & Stift, hanya saja tidak diproduksi massal sebagaimana mobil Citroen Traction Avant. Sehingga dapat dibayangkan, betapa hebatnya Citroen yang telah menggunakan teknologi penggerak roda depan pada mobil yang diproduksi tahun 1933, dimana teknologi tersebut masih terus digunakan oleh mobil-mobil yang ada sekarang.

Penggunaan suspensi independen empat roda lewat sasis monokok dan suspensi independen sebenarnya juga sudah dipakai pada mobil Lancia Lambda. Namun lagi-lagi Citroen yang memproduksi massal untuk pertama kalinya melalui Traction Avant yang. Sebelum suspensi independen ini dipopulerkan mobil Citroen, mobil-mobil yang ada pada saat itu masih menggunakan sasis model ladder frame sebagaimana dapat dijumpai pada mobil pickup jaman sekarang.

Dengan digunakannya rancang bangun sasis monokok, mobil menjadi lebih stabil, irit dan nyaman saat dikendarai. Terlebih bagian depan mobil menggunakan sistem suspensi independen dengan konstruksi wishbone dan batang torsi serta menggunakan Panhard road dan beam axle pada bagian belakang.

Pasca Perang Dunia II, mobil Citroen Traction Avant mendapat julukan mobil gangster, karena pada saat itu ada sekelompok gangster pimpinan Pierrot le Fou bernama “Traction Gang” yang menggunakan Citroen Traction Avant 6 silinder 2900cc sebagai ciri khasnya.

Alasan kelompok penjahat nomor satu di Perancis ini menggunakan mobil tersebut sebagai ciri khas mereka tidak lain karena Traction Avant merupakan mobil tercepat pada saat itu dan dengan harga yang sangat mahal.

Penyebab harga Citroen Traction Avant sangat mahal adalah karena bahan bakunya terbuat dari besi baja. Sementara besi baja sendiri pada masa Perang Dunia II sangat dibutuhkan kalangan militer karena digunakan untuk bahan pembuatan mesin tempur.

Langkanya bahan baku, membuat Citroen untuk beberapa tahun lamanya tidak memproduksi mobil lain,  kecuali Traction Avant. Penjualan mobil yang satu inipun sempat dilakukan dengan tanpa disertai ban untuk dapat  menekan harga.

Meski demikian, dalam rentang waktu 23 tahun, pabrik mobil Citroen berhasil memproduksi Traction Avant sebanyak 760.000 unit yang terdiri atas berbagai varian mesin, mulai dari Traction Avant bermesin 4 silinder tipe 7CV dengan mesin berkapasitas 1300cc yang diproduksi tahun 1934 – 1941, tipe 11CV dengan mesin berkapasitas 1500cc produksi tahun 1934–1957, tipe 15CV dengan mesin berkapasitas 1600cc dan 1900cc produksi tahun 1938–1955 sampai dengan mesin 6 silinder dengan kapasitas 2900cc.

Saat besi baja yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan mobil mulai mudah didapat, Citroen pun meluncurkan produk terbarunya berupa mobil mewah yang revolusioner dan legendaris bernama Citroen DS yang diperkenalkan di pasar internasional pada tahun 1955. Meski telah meluncurkan lini produk terbaru, saat itu Citroen masih tetap memproduksi Traction Avant sampai dengan 1957.

Mobil Citroen Traction Avant sendiri secara resmi tidak pernah dijual di Indonesia, karena pada saat itu Citroen masih belum memiliki ATPM di Indonesia. Namun demikian, terdapat beberapa unit Traction Avant berhasil masuk ke Indonesia karena dibawa oleh para pejabat di kedutaan Perancis yang ada di Jakarta serta para insinyur dari Perancis yang membangun bendungan Jatiluhur.

Mengenal Generasi Terakhir Ford D Series di Indonesia

Bicara soal mobil klasik, tidak saja tentang mobil mewah berbentuk kendaraan perang, family car atau berupa sedan mewah di zamannya. Kendaraan pekerja juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam bursa mobil klasik. Para pecintanya di Indonesia juga terus akan memburunya sekedar untuk panjangan atau malah menggunakannya jika memang masih bisa dimanfaatkannya. Salah satu bentuk mobil pekerja itu tak lain adalah truk. Read More...

Hobi Mobil Eropa, Pria Asal Solo Ini Mengkoleksi 10 Unit Peugeot

Bagi para pecinta mobil eropa klasik, semakin lama keluaran mobil yang dimilikinya, justru ada rasa bangga dan puas. Apalagi, jika bisa mendapatkan seri dan merek-merek langka. Bak memiliki Lamborghini atau mobil mewah lainnya di era kini, mempunyai mobil tua adalah prestise tersendiri bagi pemiliknya. Tak mengherankan jika sesorang sudah ‘kadung cinta’ dengan suatu merek mobil klasik, ia pun akan rela meminang bahkan lebih dari satu unit, asal disukai. Read More...

Mobil Hatchback Kuno yang Tetap Enak Dilihat

Dalam beberapa tahun belakangan ini, mobil jenis hatchback menjadi primadona, terlepas dari apa pun merk-nya. Bentuknya yang stylish dan mungil, membuat jenis mobil ini digilai oleh banyak pecinta mobil, termasuk di kalangan anak muda. Ukurannya yang tak terlalu besar pun membuat mobil ini lincah melibas medan jalanan. Apalagi kemampuannya yang lebih baik dibandingkan dengan city car. Anda pasti bisa dengan mudah menemukan mobil jenis ini mengaspal di berbagai medan jalanan d negeri ini. Read More...

The Pleasure Of a Tour With a Classic Car

Classic cars sometimes define as old cars. Actually, there is no standard definition. People just define the meaning of classic cars based on their own assumption. The word ‘classic’ itself refers to the class of the taxation in some states in America. In the north side of America, there is a different criteria includes the age of the cars. While England also has the special criteria but it is said to be not so strict to classify. How about Indonesia? Read More...