Loading...
en

Citroen Mehari Ini Bertransformasi Menjadi Mobil Listrik

Bagi penggemar mobil antik yang berkesempatan hadir pada ajang IEMS (Indonesia Electric Motor Show) 2019 yang digelar di Balai Kartini pada 4 – 5 September 2019, tentu akan terpesona melihat sejumlah mobil tua yang mesinnya dikonversi ke tenaga listrik. Salah satu diantaranya adalah Citroen Mehari yang populer sekitar tahun 1968. Upaya untuk mentransformasi Mehari dari mobil bermesin tradisional menjadi mobil listrik sebenarnya juga sudah digagas oleh perusahaan mobil asal Perancis tersebut lewat rencana produksi massal e-Mehari dalam waktu dekat.

Konon, e-Mehari yang 100 persen dioperasikan sebagai mobil listrik akan mampu melaju dengan kecepatan hingga 100 km/jam serta menempuh jarak hingga 200 km untuk sekali pengisian.Sebelum tahu secara pasti seperti apa wujud dan performa dari e-Mehari, ada baiknya jika mengetahui lebih dalam tentang mobil antik yang bernama Citroen Mehari.

Lahirnya Mehari dilatarbelakangi oleh keinginan Citroen untuk membuat kendaraan lintas alam atau jip yang mampu melintasi medan berat, utamanya di negara-negara Afrika yang menjadi jajahan Perancis. Melalui percobaan yang dilakukannya, Citroen pun melahirkan 2CV yang bertenaga 2 mesin dengan 2 sistem penggerak.

mobil listrik citroen mehari 1Persoalannya, 2CV dinilai terlalu rumit, sementara untuk kendaraan lintas alam dibutuhkan yang sederhana agar mudah diperbaiki saat terjadi kerusakan. Itu sebabnya Citroen tidak berhenti sampai dengan 2CV dalam upayanya untuk menciptakan kendaraan lintas alam, hingga kemudian lahirlah Citroen Mehari.

Jadi, Mehari sebenarnya merupakan versi jip dari 2CV. Sementara untuk nama yang digunakan, diambil dari nama prajurit Perancis yang menunggang Onta di Algeria yaitu Mehariste.

Lahirnya Citroen Mehari, sebelum ada mobil listrik, tidak dapat dilepaskan dari nama Roland de la Poype, seorang anggota Angkatan Udara Perancis yang pernah terjun dalam Perang Dunia II pada front Soviet. Setelah pensiun, dia mengawali karirnya sebagai industrialis pada bidang plastik.

Dialah yang mendesain Mehari dengan menerapkan rancangan revolusioner pada mobil yang dipresentasikan di hadapan Citroen yaitu memakai bahan dari plastik ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) yang hampir sama dengan bahan yang digunakan untuk pembuatan bodi motor bebek.

Bagi sebagian orang, desain yang diusung Citroen Mehari tidak hanya sederhana, tetapi juga terkesan aneh karena tulangan pada sekujur panel memiliki guratan-guratan yang fungsinya untuk meningkatkan kekuatan panel bodi.

Kesan sederhana dapat langsung ditangkap dari pemakaian dua pintu. Namun demikian, customisasi dapat dilakukan dengan berbagai macam pilihan karena materialnya yang menggunakan plastik ditambah bentuk atap yang buka-tutup, sehingga pengguna dapat leluasa untuk mengganti jenis dan warna atap.

Jika panel bodi mengalami kerusakan, Citroen telah menjual panel bodi secara terpisah berwarna putih dan mempersilahkan pemilik Mehari untuk mengecatnya sendiri sesuai pilihan. Karena bodi yang berbahan plastik itulah, berat dari Citroen Mehari hanya sekitar 570 kg.

Untuk sektor mekanikal, Mehari tidak jauh berbeda dengan 2CV maupun Dyane 6 yang menggunakan mesin 2 silinder berpendingin udara dengan kapasitas 602cc berkonfigurasi boxer pada bagian depan.

Daya kerja dari mesin tersebut hanya sebesar 32 Hp pada 5750Rpm yang mampu melaju dengan kecepatan hingga 100 km/jam. Sedang sistem kerjanya, tenaga dari mesin disalurkan ke roda menggunakan transmisi 4 percepatan. Selain versi 4X2 terdapat pula versi 4X4 yang menggunakan transmisi manual 3 percepatan. Namun untuk versi 4X4 diproduksi dalam jumlah terbatas yakni sebanyak 1.300 unit.

Demikian informasi singkat tentang Citroen Mehari yang perlu untuk diketahui sebelum pabrik otomotif asal Perancis ini mengeluarkan versi transformasinya berjuluk e-Mehari yang digolongkan sebagai mobil listrik.

Citroen Dyane 6, Mobil Sipil Hasil Desain Pembuat Kendaraan Militer Perancis

Ketatnya persaingan di dunia otomotif tidak hanya terjadi pada saat sekarang, tetapi juga pada masa lalu lewat berbagai jenis dan merek mobil yang saat ini sudah menjadi mobil kuno alias mobil klasik. Hal tersebut dapat dilihat dengan diluncurkannya Citroen Dyane 6 ke pasar internasional untuk pertama kalinya lewat ajang Brussels Motor Show bulan Januari 1968, yang diharapkan dapat menghancurkan dominasi Renault 4. Itu sebabnya desain yang digunakan Dyane merujuk pada Citroen 2CV yang merupakan… Read More...

Datsun Sena, Mobil Niaga Berharga Murah Yang Kini Semakin Dicari

Mendengar jenis mobil niaga, apa yang Anda pikirkan? Kendaraan barang atau kendaraan para pekerja lapangan, barangkali adalah hal yang lantas terlintas di benak saat jenis mobil itu disebut. Tak salah memang, nyatanya pick up memang dilahirkan sebagai ‘kuda beban’, terlepas dari pabrikan yang membuatnya. Anak ‘jaman now’ mungkin begitu familiar melihat Nissan Navara, yang menjadi pick up mewah berjajar mentereng dengan beberapa merek lain sekelasnya, seperti Toyota Hilux, Mitsubishi Strada. Read More...

Corolla DX, Mobil Retro yang Masih Tangguh Berpacu di Sirkuit

Meski tergolong mobil retro yang masih enak untuk dikendarai dan banyak ditemui di jalanan, namun menjadi pemandangan yang menarik sekaligus langka tatkala menyaksikan Corolla DX dipacu di sirkuit dan beradu kecepatan dengan mobil-mobil baru lainnya. Menjadi lebih menarik lagi, karena Corolla DX tersebut tidak hanya sebagai penggembira, tetapi mampu menaklukkan lawan-lawannya dan berjajar diantara para juara. Read More...

The History of Oplet, Classic Auto & Car in Indonesia

Oplet, Classic Car in Indonesia - In Indonesia around the 30s to 70s, oplet is commonly found around Jakarta. It is the classic car used as public transportation and has become the most popular one in Jakarta because the bus was still rare at that time. When the Kampung Melayu station was built, oplet became even more famous. Oplet was no longer public transportation since 1979 and was replaced with mikrolet, a more modern type of transportation. Read More...