Datsun ‘Bongkok’, Mobil Hatchback Kuno yang Tetap Eye Catching hingga Kini

Dalam beberapa tahun belakangan ini, mobil jenis hatchback menjadi primadona, terlepas dari apa pun merk-nya. Bentuknya yang stylish dan mungil, membuat jenis mobil ini digilai oleh banyak pecinta mobil, termasuk di kalangan anak muda. Ukurannya yang tak terlalu besar pun membuat mobil ini lincah melibas medan jalanan. Apalagi kemampuannya yang lebih baik dibandingkan dengan city car. Anda pasti bisa dengan mudah menemukan mobil jenis ini mengaspal di berbagai medan jalanan d negeri ini.

Sebut saja seperti Honda Jazz, Honda Mobilio, Toyota Yaris, Suzuki Swift atau Nissan Livina XR. Hmm…. itu mobil masa kini! Namun, tahukah Anda, jika Nissan sudah pernah membesut mobil hatchback sejak 1970-an lalu? Ah Masa? Ya, Nissan selaku pemilik Datsun pernah membuat seri bernama Datsun 160J .  Di Indonesia mobil yang disebut dengan Datsun Bongkok itu, menjadi bukti sejarah tak terbantahkan jika Datsun pernah membesut Hatchback kuno yang tetap eye catching hingga kini.

Mengapa disebut sedan Datsun Bongkok dan seperti apa keunggulannya, yuk simak ulasannya.

Datsun 160J disebut sebagai Datsun Bongkok karena memang bagasinya agak membungkuk. Mobil ini hadir di Indonesia pada tahun 1973 hingga 1977. Berbeda dengan di Indonesia yang dijuluki ‘bongkok’, di negara lain di dunia, namanya sungguh ‘molek’. Ya, di negeri asalnya, Jepang Datsun 160J dikenal dengan sebuatn Nissan Violet—nama Nissan mengacu pada perusahaan Nissan selaku pemilik Datsun.

Terdapat dua tipe Datsun 160J yang masuk ke pasar  Tanah Air. Selain Datsun 160J biasa, juga muncul Datsun 160j SSS (Super Sports Sedan). SSS sendiri adalah lini tertinggi dari varian Datsun yang ditandai dengan mengusung tema sporty dan berbagai fitur lebih ‘tinggi’ dibandingkan kelas standard.

Khusus untuk Datsun 160J versi standard memiliki bagian belakang yang lebih ‘gemuk’ dibandingkan dengan versi SSS yang ramping. Demikian halnya dengan kaki kaki mobil Datsun 160J versi standard dan versi SSS juge berbeda. Versi standard masih menggunakan gardan rigid dengan suspensi belakang leaf spring, sedangkan versi SSS mengusung suspensi independen dengan coil spring dan gardan multi link.

Meski terdapat sejumlah perbedaan, kedua varian Datsun Bongkok ini sama-sama menyunggi mesin Nissan L16 dengan kapasitas 1590 cc. Mesin tersebut masih mengusung teknologi SOHC 2 valve per cylinder dengan pengabut bahan bakar karburator.

Meski kapasitas mesin sama, lagi-lagi kedua seri mobil  tersebut memiliki perbedaan dari seg mesin. Varian SSS disokong dengan camshaft yang lebih tinggi untuk menyesuaikan karburator SU Twin Barrel. Dengan demikian, mesin L16 pada varian SSS mampu menghasilkan tenaga 109Hp pada 6000 Rpm. Untuk sekelas tahun 70-an jelas, kemampuan ini sudah sangat luar biasa.

Beranjak ke sisi rem. Ditunjang dengan kaki kaki yang mumpuni dipadu sistem pengeraman yang sudah menggunakan disc brake di depan dan teromol di belakang, membuat Datsun 160J tetap baik-baik saja diajak ‘balap’. Tak mengherankan jika Datsun 160J khususnya tipe SSS menjadi legenda reli di Indonesia pada era 70an.

Berkat kemampuan ini pula, Datsun Bongkok tipe SSS ini masih menjadi incaran banyak pecinta mobil retro. Namun demikian, Datsun Bongkok tipe standard juga tak kalah peminat. Baik seri standar maupun SSS, keduanya memiliki tampilan yang unik.

Dari depan, Datsun 160J tampak tetap menawan dengan 4 lampu dan spion khas yang melekat pada sisi depan kap mesin. Sementara bagasinya yang bongkok menjadi ciri khas yang justru membuat 160J tetap melegenda.