Sejarah Food Truck Sebagai Alternatif Bisnis Kuliner

Bingung mencari lokasi usaha kuliner?, Food Truck adalah salah satu pilihan dengan tingkat fleksibilitas paling tinggi

Yang dimaksud dengan Food Truck adalah sebuah konsep bisnis produk makanan ataupun minuman dengan menggunakan kendaraan besar yang sudah dimodifikasi. Bisnis kuliner menggunakan Food Truck dianggap paling tepat bagi pengusaha pemula yang hendak membuka restoran atau kafe, namun terbentur modal yang tidak terlalu besar.

Food Truck, memang bisa memangkas biaya, karena tidak perlu modal besar, hanya perlu bayar parkir atau retribusi (tidak perlu sewa lokasi), fleksibel (dapat ditempatkan dimana saja sesuai keramaian yang ada, seperti pada event – event atau bazaar makanan). Walaupun konsep ini di Indonesia baru dikenal beberapa tahun kebelakang. Food Truck memiliki sejarah yang sangat panjang.

Food Truck diperkenalkan pertama kali pada abad 17, oleh para penjual makanan di perkotaan Pantai Timur Amerika Serikat. Kemudian berkembang setelah Perang Saudara di Amerika, yaitu pada era Rekonstruksi (1863-1877), dimana Amerika Serikat mengakhiri perbudakan dan memperluas hak hukum dan hak suara untuk mantan budak (Orang Afrika Amerika yang pernah menjadi budak).

Sejak saat itu, kondisi ekonomi masyarakat di Utara dan Barat berkembang dengan cepat, mengakibatkan peningkatan permintaan daging sapi. Peluang tersebut kemudian dimanfaatkan oleh para peternak sapi dari Texas,  dengan menjual ternaknya ke New Mexico.

Karena jaraknya sangat jauh, diperlukan waktu hingga berminggu-minggu untuk sampai ke tujuan. Parahnya, cuaca sepanjang perjalanan sangat panas, kering dan berdebu. Untuk menyingkat waktu, para peternak inipun harus terus berjalan pada saat siang ataupun malam, di lokasi yang sulit sekali menemukan kedai atau tempat makan.

Kondisi tersebut memaksa peternak ini harus membawa sendiri perbekalan berupa makanan dan minuman yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sepanjang perjalanan. Hal itu bukan perkara mudah, karena keterbatasan ruangan pada kereta kuda yang digunakan untuk berbagai keperluan.

Pada tahun 1866, Charles Goodnight, seorang peternak yang sudah cukup berpengalaman, memiliki ide untuk membuat sebuah kereta kuda menjadi "kitchen on wheels".

Model pertamanya dibuat dengan bahan-bahan dari peralatan militer yang tersisa. Desain yang sama sekali berbeda dengan kereta kuda yang umum dibuat. Didalamnya terdapat rak dan laci untuk menyimpan perlengkapan memasak (seperti panci dan wajan), peralatan makan, aneka macam bumbu dan rempah-rempah, serta wadah penyimpan air dalam ukuran besar.

Makanan yang tersedia mulai dari jenis siap saji dan bahan baku yang mudah diolah seperti: biskuit, kopi, daging yang diawetkan, dan kacang.

Ide ini ternyata mendapat sambutan luar biasa. Selain memenuhi kebutuhan sendiri, kereta bertenaga kuda ini juga menjual makanan untuk para Cowboy yang bersua disepanjang perjalanan. Pada akhirnya, kereta yang diberi nama "Chuck Wagon" selain sebagai kedai berjalan, juga berfungsi sebagai tempat bersosialisasi, sarana untuk mendapatkan bantuan medis, hingga memperbaiki pakaian yang sobek.

Berkat Chuck Wagon, nama Charles Goodnight dicatat dalam sejarah Amerika sebagai peternak sukses yang berhasil menggabungkan keterampilan beternak dengan kemampuan mengelola usaha kuliner.

Tak lama berselang, Food truck juga dikembangkan di New England, salah satu negara bagian Amerika Serikat. Diperkenalkan pertama kali pada tahun 1872, dengan nama "Lunch Wagon", oleh Walter Scott, seorang penjual sandwich, pie, dan kopi didepan kantor media cetak di Providence, Rhode Island. Target konsumennya adalah para jurnalis yang bekerja lembur.

Setelah melejit dan sukses besar menjadi icon di Amerika, entah mengapa sejak awal tahun 1900-an popularitas Food Truck terus menurun. Baru pada era tahun 1920-an, trend Food Truck kembali menjamur. Dimulai dengan beberapa unit Food Truck yang melayani para pekerja malam. Bahkan diakhir 1950-an, Food Truck difungsikan sebagai kantin berjalan dan dioperasikan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat.

Selanjutnya, para imigran Mexico yang berada di Amerika juga menggunakan Food Truck, untuk melayani para pekerja di California yang membutuhkan makanan untuk mengganjal perut. Jenis kuliner yang ditawarkan adalah Taco.

Populasi Food Truck semakin meningkat dipicu oleh sejumlah koki handal yang berhenti dari pekerjaannya, karena ingin memiliki usaha sendiri. Dengan modal yang tak seberapa besar, mereka berhasil menjual makanan berkualitas dengan harga terjangkau.

Sejak saat itu, terjadi peningkatan jumlah Food Truck yang sangat signifikan dengan berbagai jenis kuliner. Beberapa diantaranya bahkan menjadi legenda kuliner Food Truck, seperti burger, udang gulung, falafel atau creme brulee.

Tak hanya menu khas Amerika, sejumlah makanan Korea juga dijual menggunakan Food Truck. Salah satunya adalah Kogi Korean Food Truck yang menjual hidangan Korea-Meksiko, yang disebut-sebut adalah pelopor food truck yang menyajikan makanan gourmet. yaitu hidangan lezat yang dihias dengan cantik. Konsep jualannya juga tergolong canggih karena memanfaatkan teknologi.

Kogi tak pernah menetap di suatu lokasi lebih dari satu hari. Kogi mengandalkan media sosial seperti Twitter, untuk memberitahu para pelanggannya terkait lokasi atau keberadaan food truck-nya. Menarik bukan?

Author

Abrianto

Artikel Terkait

Eko Putro Sandjojo Dan Harley Davidson

Sekedar Alat Transportasi Dan Cadangan Kendaraan, Bukan Untuk Gagah-gagahan

Truk Ford Model A (1928-1929)

Sejarah Truk Pengangkut Susu di Indonesia

Serba-serbi Chevy Bel Air

"Bagi pecinta mobil klasik, Chevy Bel Air bisa dipertimbangkan sebagai salah satu koleksi." 

Chevy Bel Air Kanada

"Eksistensi Chevy Bel Air generasi ketujuh yang berlangsung pada 1971 hingga 1975 bersamaan dengan munculnya Chevy Bel Air Kanada pada 1970 hingga 1976."

Chevy Bel Air Generasi Ketujuh (1971-1975)

"Ini adalah generasi terakhir dari Chevrolet Bel Air sebelum kegiatan produksinya di Amerika dihentikan dan dilanjutkan di Kanada."