Kisah Mercy Kebo Gazpoll Racing Team, PPMKI Dan Indonesia Classic Car Championship

Ajang balap mobil klasik adalah salah satu ikon di gelaran Indonesian Sentul Sports of Motorsport (ISSOM) selama bertahun-tahun namun kemudian berhenti dan sekarang ingin dihidupkan kembali. Salah seorang promotornya adalah Tomi Hadi, pencinta mobil klasik. Alasannya, ia tak ingin mobil klasik koleksinya hanya menjadi pajangan, karena mesinnya dibiarkan mati.

Inspirasinya berasal dari ajang balap mobil klasik, Goodwood Festival of Speed. Event tersebut  adalah sebuah kegiatan mendaki bukit tahunan, yang menampilkan kendaraan balap motor bersejarah yang diadakan di halaman Goodwood House, Sussex Barat, Inggris setiap akhir Juni atau awal Juli.

Sedangkan Indonesia Classic Car Championship, sebelumnya berjuluk Indonesia Retro Race, lalu berubah menjadi Old School Racing Championship, dan sekarang kembali lagi ke Classic Car.

Kisah Mercy Kebo Gazpoll Racing Team PPMKI Dan Indonesia Classic Car ChampionshipKetua Umum PPMKI, Ronny Arifudin, menyambut baik mobil klasik kembali dipertarungkan di ISSOM. Karena juga mempertegas kehadiran PPMKI di motorsport, setelah hadir di touring dan reli.

Kehadiran PPMKI pada event ini berkolaborasi dengan  Gazpoll Racing Team, salah satu tim balap di Indonesia yang terbentuk pada tahun 2009. Tim yang didirikan oleh Tomi Hadi bersama teman-temannya ini juga juga kerap tampil dalam ajang balap lainnya, seperti offroad, Speed Offroad, dan Rally.

PPMKI memiliki keinginan untuk memperbesar kejuaraan ini dengan menarik minat penggemar mobil klasik lainnya, bukan hanya member PPMKI tetapi terbuka untuk umum. Jadi, siapa pun yang memiliki mobil klasik, bisa mengikuti kejuaraan ini selama mematuhi aturan antara lain:  

  • Mobil yang digunakan, maksimal produksi tahun 1978.
  • Wajib memasang Rollbar
  • Mobil harus mulus, karena event ini tidak hanya menyajikan kecepatan tapi juga keindahan.
  • Diiizinkan mengubah mesinnya  dengan memakai mesin yang lebih muda, maksimal tahun 1996. Dengan syarat  mesin tersebut dibuat oleh pabrik mobil merek yang sama.

Sebagai contoh adalah, Mercy Kebo Gazpoll Racing Team ini. Mesin telah diganti, walaupun yang digunakan tetap mesin Mercedes Benz, tapi merupakan produk tahun yang lebih muda.

Mercy Kebo adalah julukan ala Indonesia untuk  Mercedes-Benz W108, salah satu mobil mewah yang diproduksi dari tahun 1965 hingga 1972 (atau 1973 di Amerika Utara), untuk menggantikan sedan fintail W111 dan W112.

W108 diproduksi dan dijual bersamaan  dengan  W109.  Terbilang produk yang  sukses di Jerman Barat dan di pasar ekspor, termasuk Amerika Utara dan Asia Tenggara.  Selama tujuh tahun berjalan, total 383.361 unit diproduksi dan hanya tersedia sebagai model 4 pintu.

Oleh karenanya, Mercy Batman W111 dan W112 model 2 pintu tipe coupé dan cabriolet yang dirancang oleh Paul Bracq tanpa sirip ekor yang menonjol,  sering disalahartikan sebagai W108/109 dua pintu.

Selain sirip, trim krom dan penampilan yang tajam juga lenyap. Apalagi setelah coupé dan cabriolet 'Pagoda' W113 diproduksi pada tahun 1963. Dipertegas lagi pada W100 600 yang diproduksi tahun  1963.

Hilangnya sirip pada W108 dan W109, menjadi perbedaan yang paling terlihat jika dibandingkan dengan W111 dan W112. Namun secara tampilan W108 memang berubah.

Garis pinggang bodinya lebih rendah 60 mm, pintunya lebih lebar 15 mm, demikian juga luas area kacanya juga jauh lebih luas. Kaca depannya saja 17% lebih besar dibandingkan dengan W111,  oleh sebab itu W108 dan W109 dijuluki sebagai "rumah kaca". Hasilnya, mobil tampak  lebih ramping dengan interior yang terbuka dan lapang.

...Bersambung...

Mengenal Generasi Terakhir Ford D Series di Indonesia

Bicara soal mobil klasik, tidak saja tentang mobil mewah berbentuk kendaraan perang, family car atau berupa sedan mewah di zamannya. Kendaraan pekerja juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam bursa mobil klasik. Para pecintanya di Indonesia juga terus akan memburunya sekedar untuk panjangan atau… Baca selengkapnya...