Tren Beli Mobil Bekas Ditengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 ternyata mendorong orang untuk memiliki mobil pribadi, karena bagi sebagian orang transportasi umum bisa dibilang sedikit menakutkan karena cenderung penuh sesak di saat adanya pembatasan sosial. Yang menjadi masalah, harga mobil cenderung mahal. Solusinya adalah dengan membeli mobil bekas.

Menurut Aditya Maulana, CO-Founder Carro Automall, pasar mobil bekas di Indonesia akan terus mengalami peningkatan. Walaupun terjadi penurunan, diprediksi hanya dalam jangka pendek.

Pendapat yang sama diungkapkan oleh Eric Cheng selaku Co-Founder & CEO Carsome. Carsome adalah salah satu platform perdagangan mobil bekas online terbesar di Asia Tenggara, yang memulai bisnisnya di tengah pandemi Covid-19.

Selain di Indonesia, Carsome juga beroperasi di beberapa negara lain seperti Malaysia, Thailand dan Singapura. Berdasarkan data bulan Juni 2020, Carsome mencatat transaksi tinggi pada periode sebelum lockdown, dan pertumbuhan terbanyak yaitu tiga kali lipat pada bulan Mei 2020. Padahal pusat inspeksi Carsome hanya beroperasi secara terbatas selama periode lockdown.

Yannes Martinus Pasaribu selaku pengamat otomotif nasional dan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), meyakini bahwa tren beli mobil bekas secara online akan mengalami peningkatan di tengah pandemi Covid-19.

Penjualan mobil bekas secara online merupakan alternatif pemasaran yang bisa dilakukan pada saat orang dikondisikan untuk diam di rumah dan menerapkan berbagai prosedur social distancing akibat Covid-19.

Metode pemasaran secara online ini bahkan telah dilakukan oleh salah satu pemain pasar mobil bekas yang berada di bawah naungan PT Astra International Tbk sebelum adanya pandemi Covid-19.

Layanan ini diluncurkan karena diprediksi dalam beberapa tahun ke depan tren pembelian secara online akan terus tumbuh.