Loading...
en

Rayakan HUT ke-14, PPMKI Torehkan Rekor Mobil Klasik Terbanyak

Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno (PPMKI) Bali kembali mencatatkan sejarah. Kali ini, PPMKI di Pulau Dewata tercatat berhasil memecahkan rekor mobil klasik terbanyak dalam rangka memperingati HUT-nya yang ke-14. Pecah rekor tersebut berhasil dicapai dari acara turing dengan rute Denpasar-Danau Buyan (Singaraja) pada 7 April 2019 lalu. 

Mengusung tema ‘Klasik Memang Asik’, acara tersebut diikuti oleh 448 unit mobil dari puluhan klub mobil yang ada di propinsi yang masyur sebagai destinasi wisata dunia itu. Mobil-mobil yang ikut turing tersebut berasal dari berbagai merek, mulai dari Fiat, Willys , Corolla, Holden, Land Criuser, Civic, VW, Land Rover , Mercy, Jeep, Volvo , ST 20 termasuk Jimny Katana.

Dengan jumlah mobil yang mengikuti turing tersebut, Turing perayaan PPMKI Bali ke-14 ini berhasil memecahkan rekor atas event serupa yang digelar tahun lalu. Sebagai perbandingan, pada HUT PPMKI Bali ke-13 dengan tema 13th Year Still Classic Turing pada 2018 lalu, diikuti oleh 412 mobil. Pada tahun sebelumnya atau pada 2017 lalu, turing serupa yang kala itu mengambil tema “Save our Culture & Vintage Cars” bahkan jumlahnya malah berkurang  ‘hanya’ 389 unit mobil.

”Animo peserta untuk mengikuti turing ini sangat tinggi. Jumlah ini menjadi rekor peserta turing mobil klasik terbanyak dalam satu pulau,’’ kata Jos Dharmawan, Pembina PPMKI Bali, Kamis (4/4/2019) di Denpasar.

Eloknya lagi, turing tersebut bahkan mampu melampaui turing terbanyak yang diadakan Penggurus Pusat PPMKI dalam rangka HUT ke- 39 PPMKI dengan tema Empathy Lombok, yaitu 385 unit yang juga dipusatkan di Bali, November 2018 lalu.

Merujuk pada angka perbandingan peserta turing ulang tahun PPMKI Bali tersebut, tampak animo masyarakat semakin tinggi terhadap mobil klasik. Banyaknya mobil klasik yang turut serta sekaligus menandai keberhasilan PPMKI dalam mengkampanyekan dirinya dan membuatnya ‘hadir’ di tengah-tengah masyarakat. Sebagaimana disampaikan Jos bahwa jumlah klub mobil lawas terus bertambah yang mengikuti kegiatan ini.

“Klub terus bertambah, awalnya hanya 16 klub kini hampir 23 klub yang ikut kegiatan ini,” katanya sebagaimana dilansir Tribun Bali di halaman Polda Bali saat itu.

Ia pun ingin mencoba memberikan contoh yang baik kepada para pengguna jalan dalam berlalu lintas. Contoh sederhana dari hal ini adalah tidak digunakannya lampu roteter dan sirine. Ia juga menyebut ke depan akan mencoba menyosialisasikan pengguna menggunakan sabuk pengaman. Hal ini mengingat kebanyakan mobil tua tak dilengkapi dengan piranti keamanan tersebut.

“Pelan-pelan kami juga akan mencoba menyosialisasikan penggunaan safety belt karena biasanya mobil tua banyak yang tidak ada safety belt-nya,” tandasnya lagi.

Mengginjak usia yang ke-14, PPMKI Bali semakin menunjukan kematangannya sebagai sebuah komunitas. Berbagai kegiatan pun digelar tak saja untuk mempererat silaturahmi antar anggota, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat. Turing yang dilakukan dalam rangka merayakan HUT-nya ini juga merupakan salah satu bentuk nyata PPMKI Bali dalam menunjukan eksistensinya. Turing ke destinasi wisata secara tak langsung pun turut memperkenalkan kawasan wisata di sekitarnya.

Selain kegiatan tersebut, PPMKI Bali baru-baru ini juga baru saja menggelar ‘hajatan besar’ dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei lalu. Kegiatan dimaksud adalah pameran kendaraan klasik. Tak tanggung-tanggung, dalam acara tersebut PPMKI Bali mampu ‘mengumpulkan’ sebanyak 1.500 kendaraan klasik. Dari jumlah tersebut 500 diantaranya adalah mobil klasik, sedangkan 1.000 unit lainnya merupakan motor klasik. Atas keberhasilannya mengumpulkan tunggangan lawas tersebut, membuat PPMKI dianugrahi rekor MURI.

Keberadaan PPMKI Bali sendiri tak lepas dari PPMKI pusat. PPMKI Bali merupakan satu diantara banyak ‘cabang’ PPMKI yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sejauh ini, PPMKI telah memiliki pengurus yang tersebar dari kawasan Sumatra Barat, Sumatra Utara, Jambi, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta.

PPMKI pusat sendiri akan berusia 40 tahun pada November 2019 mendatang. Sebagai sebuah komunitas, tentu usia ini sugguh tak muda. Melintasi zaman yang berbeda dari yang konvensional hingga modern bahkan serba digital seperti saat ini, tentu menjadikan tantangan tersendiri bagi organisasi ini. Apalagi di tengah derasnya gempuran keluaran mobil-mobil baru. Beruntung, PPMKI justru tetap hidup dengan ‘koleksi anggota’ yang terus diperluas.

Apabila dulu mobil yang bisa menjadi anggota PPMKI hanya keluaran 1970 ke bawah, kini keanggotaannya diperlonggar hingga dekade 1990-an. Diharapkan kebijakan PPMKI anyar ini akan semakin menambah anggota dari generasi muda baik di tingkat pusat, maupun daerah, termasuk Bali. Apalagi dengan banyaknya kegiatan menarik yang selalu digelar.

Turing dalam rangka HUT PPMKI Bali ke-14 ini juga mengkampanyekan berbagai hal positif, termasuk pengurangan penggunaan sampah plastik. Oleh karena itu, dalam kegiatan tersebut para peserta pun diwajibkan membawa kantong sampah yang ramah lingkungan. Kegiatan sosial pun turut digelar dalam rangkaian acara tersebut, yaitu aksi donor darah dan kunjungan ke panti asuhan.

 

 

family gathering Bandung

Mengapa Family Gathering di Bandung Menjadi Acara Favorit Komunitas Otomotif?

Bandung memang memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Kota yang jadi ibukota Jawa Barat ini memiliki keunikannya sendiri. Selain banyak ragam keindahan alam yang tersaji juga terkenal dengan kesejukan udaranya. Kota yang dijuluki sebagai kota Kembang ini juga menjadi alternative family gathering Bandung. Mulai dari tempat wisata dengan tipikal pegunungan, perbukitan, tempat belanja, kafe hits, semuanya ada di Bandung. Salah satu Jalan di Bandung yang bernama Jl. Asia Afrika…

Daftar Grup/Komunitas Toyota Kijang Super

Toyota Kijang Super merupakan nama populer generasi ke-3 yang diluncurkan di Indonesia pada tahun 1986. Mobil ini hadir menggantikan generasi kedua (1981-1986) yang dikenal dengan panggilan "Toyota Kijang Doyok". Nama ini muncul gara-gara saat diluncurkan diberi nama "Super Kijang". Toyota Kijang Super ini diberi kode bodi KF40 (sasis pendek) dan KF50 (sasis panjang). Perbedaan antara Toyota Kijang Super sasis panjang dan pendek ini sekitar 20 cm.

Kulineran Di Mobil, Mengulang Trend 50 Tahun Yang Lalu

Kondisi yang terjadi saat pandemi ini memang merepotkan dunia kuliner, baik para penyedia ataupun…

Touring Bersama Keluarga, Banyak Manfaatnya Juga

Pada saat memasuki usia senja, umumnya kita seringkali dilanda kesepian. Juga dengan berbagai…

Menang Kontes Modifikasi Mobil Berkat Kotoran Sapi

Semua yang tercipta di bumi memang terdapat manfaatnya masing-masing, bahkan hal yang terkadang…