Suzuki Jimny LJ10

Suzuki Jimny menciptakan setidaknya tiga generasi berbeda sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 1970. Generasi pertama dari varian mobil antik ini terdiri dari 4 versi yang berbeda, pertama adalah LJ10 yang diproduksi sebagai pembuka jalan, lalu berlanjut ke LJ20, SJ10, lalu berakhir pada SJ20 pada 1981.

Sebagai generasi pembuka, peran dari LJ10 sangatlah besar. Mobil klasik spesialis offroad ini harus mampu menarik banyak perhatian konsumen di wilayah Jepang. Akhirnya setelah kerja keras yang panjang, LJ10 mampu melakukan penetrasi pasar yang bagus sehingga Suzuki terus melakukan produksi dengan jenis yang lebih baru. Berikut uraian singkat tentang LJ10 yang sangat hebat itu.

 

Mobil dengan Desain yang Terbuang

Siapa sangka kalau sebenarnya LJ10 dibuat dari desain mobil yang sebelumnya mendapatkan penolakan mentah-mentah. Mobil yang awalnya bernama Hopestar ON360 ini tidak diterima oleh pabrikan Mitsubishi dengan alasan mobil ini masih memiliki banyak sekali kekurangan ada hal-hal mendasar seperti bodi dan juga mesin.

Akhirnya pada tahun 1968, Suzuki melakukan pembelian kepada perusahaan pembuat Hopestar ON360, dan mobil ini dirombak secara menyeluruh. Bagian bodi dan mesin diganti dengan versi yang baru hingga akhirnya melahirkan generasi baru bernama LJ10 yang saat ini banyak diincar oleh kolektor mobil kuno.

 


Desain Bodi LJ10

Hopestar ON360 yang menjadi desain awal LJ10 tidak memiliki pintu pada bodi mobilnya. Mungkin inilah salah satu alasan kenapa Mitsubishi menolaknya mentah-mentah. Di tangan Suzuki, bodi ini sedikit dimodifikasi hingga hanya ada 2 pintu pada bodi yang dibuat beragam sesuai dengan target pasar yang sedang dibidik.

Dengan mengusung konsep mini SUV, LJ10 dibuat dalam tiga jenis bodi yang berbeda. Pertama adalah jenis wagon dengan dua pintu, convertible dua pintu, dan yang terakhir adalah jenis cab chassis yang lagi-lagi masih mengusung konsep dua pintu. Tiga jenis bodi dari LJ10 diberi sentuhan sport yang sangat kental hingga sangat cocok digunakan pada medan terjal seperti area pegunungan yang jalanannya dipenuhi batuan dan terjal.

LJ10 memiliki bodi dengan panjang di bawah 3 meter. Dengan desain ini, Suzuki Jimny generasi pertama masih digolongkan sebagai kei car hingga pajak yang ditanggungkan tidak akan akan membebani pembeli. Alasan yang sangat menguntungkan ini membuat banyak calon pembeli tertarik hingga LJ10 laris manis di pasaran.

Respons positif dari LJ10 membuat Suzuki berani mencoba peruntungan dengan melempar mobil ini ke pasar internasional. Terbukti pada awal-awal produksi generasi pertama dengan LJ10 masuk di dalamnya mampu berkiprah di Jerman dan Australia.

 


Mesin LJ10

Mesin LJ10 menggunakan 359 cc (0,4 L) FB/ L50 I2. Mesin ini masih tergolong kecil untuk jenis mobil sport meski dalam ukuran yang cukup mini. Untuk mengatasi ini, Suzuki memasang beberapa suku cadang di dalam mobil yang bisa digunakan sewaktu-waktu kalau mobil mengalami gangguan pada mesin entah terlalu panas atau rusak karena pemakaian dalam jangka waktu yang cukup lama.

Transmisi yang digunakan oleh LJ10 menggunakan manual 4-speed. Pengguna mobil tua ini bisa menambah dan mengurangi kecepatannya secara manual dengan kecepatan maksimalnya mencapai 75 km/jam. Mesin dengan kekuatan 25 PS ini  akhirnya di-upgrade pada produksi terbaru hingga akhirnya berkekuatan 27 PS. Sayangnya penambahan kekuatan mesin tidak mengubah kecepatan tertinggi dari mobil.

Demikian uraian singkat tentang Suzuki Jimny LJ10 yang merupakan varin mobil classic andalan Jepang. Semoga bisa memberikan pencerahan.