Suzuki Jimny Kei Car

"Dalam bahasa Jepang, “kei” atau “kei-jidosha” artinya “mobil kecil”."

Suzuki Jimny banyak sekali jenisnya. Jika di Amerika disebut Jimny Samurai, maka di Australia disebut Jimny Sierra. Namun, bagaimana dengan Suzuki Jimny Kei Car? Seperti apakah perjalanan mobil antik satu ini yang juga produksi keluaran Suzuki, sebuah perusahaan otomotif yang cukup melegenda di Jepang.

Ide dan konsep Kei Car muncul selepas Perang Dunia II, yaitu sekitar awal tahun 1950-an. Tidak heran konsep mobil ini termasuk tua. Banyak negara besar yang mengalami kelangkaan stok bahan-bahan bakar dan sumber daya. Bagaimana tidak? Bahan-bahan untuk membuat kendaraan seperti baja, besi, dan bahan bakar sudah habis untuk membuat tank, bom, pistol, dan pelindung artileri.

Karena itulah dibutuhkan mobil kecil yang mudah dibuat dan hemat bahan baku serta tidak terlalu banyak membutuhkan bahan bakar. Karena Jepang termasuk salah satu negara yang tahu cara merakit mobil selain Perancis , Jerman, dan UK, negara tersebut akhirnya mempelopori jenis mobil yang disebut Kei Car ini.

Kei car pada dasarnya terdiri dari berbagai macam tipe mobil. Mulai dari jenis sedan, van, mobil sport, dan truk pikap. Selain hemat bahan bakar, para pengguna mobil ini juga tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membayar pajak berdasarkan peraturan kepemilikan kendaraan bermotor di Jepang yang saat itu sangat mahal.

Pada akhirnya konsep Kei Car juga diminati oleh negara-negara lain, seperti beberapa negara Eropa dan India. Suzuki sebagai produsen kendaraan kecil segera meluncurkan seri Jimnynya untuk memenuhi pasar lokal ataupun internasional. Namun entah mengapa Suzuki model ini tetap lebih sukses di Jepang. Mungkin faktor dimensi bodi yang relatif kecil lebih cocok untuk penduduk Negara Sakura yang tidak sejangkung dan sebesar orang-orang Eropa.

 

Pada perkembangannya, Suzuki Jimny Kei Car mengalami beberapa tahapan sesuai kebutuhan yaitu :

 

Era Pertama

Suzuki Jimny Kei Car (dengan kapasitas 360 cc) berjaya antara tahun 1949 hingga 1975. Desain awalnya hanya 150 cc, yang kemudian berkembang menjadi 360 cc pada tahun 1955. Dua seri yang keluar dari era ini adalah Suzulight dan Subaru 360. Hingga tanggal 31 Desember 1974, Suzuki Jimny Kei Car pada era ini menggunakan plat nomor yang lebih kecil daripada plat nomor standar mobil ukuran biasa. Warnanya putih dan hijau. Baru pada tahun 1975, plat nomor berganti ukuran menjadi medium, dengan warna kuning dan hitam.


Era Kedua

Dengan kapasitas mesin 550 cc, Jimny berjaya antara tahun 1976 hingga 1990. Sebelum sampai di sini, penjualan sempat menurun sebanyak 80% dibandingkan dengan awal 1970-an. Nasib Suzuki Jimny Kei Car sempat begitu diragukan. Standar emisi pun sampai diturunkan, sebelum kapasitas mesin akhirnya dinaikkan sebanyak 550 cc pada tanggal 1 Januari 1976.

Di luar dugaan, nilai ekspor mobil yang sekarang termasuk antik ini malah meningkat. Hal ini terjadi seiring dengan perkembangan desain mesin. Pada tahun 1976, ekspornya meningkat sebanyak 74.633 unit. Pada tahun 1980, meningkat lagi hingga mencapai 94.301 unit. Sebanyak 77.6 persen adalah truk kecil dan 17 persennya lari ke pasar Eropa. Dalam perkembangannya lagi, ada tambahan tenaga turbo dan AC pada mobil tersebut.


Era Ketiga

Kapasitas mesinnya kembali dinaikkan menjadi 660 cc, termasuk bodi yang diperpanjang sampai 100 milimeter. Model ini berjaya dari tahun 1990 hingga kini. Hal ini juga sejalan dengan kenaikan perekonomian bangsa Jepang, terutama di bidang otomotif. Salah satu strategi cerdas berdagang mereka adalah membuat harga mobil produksi mereka murah di luar negeri dan mahal di negeri sendiri. Meski terkesan sadis, sebenarnya hal ini malah menaikkan perekonomian mereka. Pada tahun 2009, era mobil listrik Kei Car dimulai. Inilah pertanda bagi Jepang sebagai bangsa yang selalu tidak cepat puas dan senantiasa ingin memperbaiki kualitas karya mereka.