Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Bagaimana Masa Depan 47% Mobil Klasik Yang Kini Dimiliki Oleh Generasi Z Dan Y?

Memiliki mobil klasik bisa menjadi obsesi sebagian orang. Ada yang ingin menjadikannya sebagai koleksi, banyak juga yang bermimpi bisa mengendarainya setiap hari. Selain bentuknya yang tidak biasa, sejarahnya juga menarik untuk dikenang dan diperbincangkan. Jika dirawat dengan telaten dan dijaga orisinilitasnya, juga dapat memiliki nilai jual yang tinggi.

Dapat dikatakan, mobil klasik adalah perpaduan kegembiraan, nostalgia, dan kepuasan diri, yang dapat dinikmati oleh segala usia. Hal tersebut terungkap dari sebuah survey.

Dikutip dari Autoclassics.com pada artikel yang diterbitkan hari Sabtu, 17 Oktober 2020, ada sebuah fakta dari studi yang dilakukan oleh Hagerty pada 2020 yang lalu.

Hagerty adalah sebuah perusahaan asuransi terbesar di dunia khusus untuk mobil klasik. yang berbasis di Traverse City, Michigan dan juga beroperasi di Kanada, Jerman dan Inggris. Studi dilakukan terhadap 10.000 warga AS berusia 18 tahun ke atas. Hasilnya adalah sebuah angka yang menunjukkan prosentase pemilik atau yang berminat untuk mengoleksi mobil klasik.

Sebanyak 22% Gen Z ternyata telah memiliki atau mengoleksi mobil klasik. Sedangkan pada kaum Milenial (Gen Y) besarannya mencapai 25%, Gen X 19%, Baby Boomers 13%, dan Tradisionalis 11%.

Adapun orang-orang yang belum memiliki mobil klasik tetapi tertarik membeli, pada Gen Z sebesar 53%, Gen Y (milenial) 57%, Gen X 49%, Boomers 33%, dan Tradisionalis 19%.

Z, Y, X dan Baby Boomer adalah adalah istilah untuk generasi sesuai dengan periode kelahirannya yaitu:

 

1. GENERASI Z

Disebut juga dengan Gen Z, adalah generasi yang lahir di tahun 1995 sampai dengan 2010. Istilah lainnya adalah "iGeneration" atau generasi internet. Mereka memang selalu terhubung dengan dunia maya untuk melakukan banyak hal, termasuk hobi mobil klasik,  dengan menggunakan kecanggihan teknologi yang ada.

 

2. GENERASI Y

Atau Gen Milenial, lahir sekitar tahun 1980 hingga tahun 1995 pada saat teknologi mulai  maju. Generasi ini telah mahir menggunakan smartphone dan terbiasa aktif di media sosial. Namun Generasi milenial sering dinilai sebagai generasi yang malas bergerak, karena lebih banyak menggunakan ponsel untuk memenuhi kebutuhannya akan informasi. 

 

3. GENERASI X

Adalah generasi yang lahir sekitar tahun 1965 hingga tahun 1980. Generasi X sering disebut dengan "baby bust" dikarenakan penurunan angka kelahiran bayi yang cukup signifikan, jika dibandingkan generasi "baby boomer" sebelumnya. Generasi X tumbuh di masa perkembangan teknologi yang sama sekali baru seperti handphone dan laptop, juga kesulitan ekonomi pada tahun 1980-an.

 

4. GENERASI "BABY BOOMER"

Disematkan untuk generasi yang lahir pada tahun 1946 hingga tahun 1964. Dinamakan baby boomer, karena angka kelahiran bayi yang sangat besar seperti bom setelah berakhirnya Perang Dunia II. Dilansir dari History, di Amerika Serikat saja ada 76,4 juta kelahiran dan membentuk hampir 40 persen dari populasi negara. 

 

Beberapa pemerhati mobil klasik kini mulai menyoroti nasib 47% mobil klasik yang berada ditangan Generasi Z dan Y. Mengingat bahwa generasi-generasi tersebut dinilai ambisius, mahir tentang hal digital, percaya diri, mempertanyakan otoritas, lebih sering menghabiskan waktu sendiri, memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, tapi juga rentan terkena depresi juga anxiety. 

Namun penelitian oleh Hagerty menunjukkan ada masa depan cerah, pada hobi mobil klasik. Lebih penting lagi, generasi muda sudah mulai mengisi daftar pembeli mobil di AS, yang selanjutnya bakal menentukan masa depan mobil klasik layak koleksi dan pasar modifikasinya.

Inti dari hasil penelian tersebut adalah,  mobil klasik akan tetap ada di masa mendatang.

 

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia