Mesin Mercy Kentang

Bulan September 1955 menjadi waktu penting bagi sejarah mobil klasik keluaran Mercedes-Benz seri 220S dan 220SE.

Huruf “S” pada nama seri tersebut memiliki makna “Kelas Special”, atau dalam bahasa Jerman ditulis dengan kata “Sonderklasse”. Salah satu perusahaan mobil terbaik di dunia ini memperkenalkan kedua seri di Frankfurt Auto Show dengan model coupe dan cabriolet. Kedua model tersebut memiliki perbedaan signifikan pada atapnya. Pada masanya, istilah coupe sering digunakan untuk menyebut mobil berjenis sedan berpintu 2 dengan atap tertutup. Sementara cabriolet digunakan untuk menyebut jenis coupe dengan atap terbuka.

Kata “Special” yang disandang seri ini memang beralasan. Produk Mercedes-Benz ini termasuk dalam jajaran mobil mewah. Bahkan apabila dibandingkan dengan seri sebelumnya, Mercy 220S dan 220SE tampak lebih glamor dan eksklusif dengan penambahan krom, kayu serta kulit pada interiornya. Meskipun produk mobil pada zaman dahulu lebih berat dibandingkan mobil-mobil sekarang, Mercedes telah menunjukkan usaha untuk mengurangi berat dengan menggunakan campuran baja pada bingkai pintunya.

Sejak produksinya di tahun 1956 hingga November 1960, ada 5371 unit mobil dari seri ini. Jumlah tersebut terbilang cukup langka untuk dimiliki semua orang di seluruh dunia. Manufaktur Mercy memang pada tahun 1950-an, namun Anda masih dapat menjumpai mobil antik ini di jalanan kota. Kemasyhuran Mercedes-Benz akan kualitas produknya membuat mesin Mercy miliknya sangat terjaga. Lain halnya jika karat menyerbu di seluruh bodi mobil. Karat telah menjadi masalah utama mobil ini. Sebab hampir semua bodi mobil terbuat dari baja.

Bobot Mercy yang mencapai 3219 pounds untuk 220S dan 3102 pounds untuk 220SE mengakibatkan mobil tidak dapat melaju dengan kencang, yakni hanya 99.5 mph. Walaupun demikian, pengemudi seri ponton ini tidak perlu risau. Anda masih dapat berkendara dengan aman di jalanan kota. Awal produksi mobil ini masih menggunakan sistem kopling Hydrak dengan empat macam kecepatan persneling. Namun karena dirasa sangat kasar saat memindahkan gear, maka sekarang sistem kopling tersebut dikonversi ke sistem kopling biasa dengan aplikasi pedal.

Mobil Mercy ini telah dilengkapi dengan mesin 2.2 liter (tepatnya 2195 liter). Baik seri 220S dan 220SE menggunakan tipe mesin M180 (6 cylinder overhead camshaft). Untuk seri 220SE, Mercy Ponton ini telah dilengkapi suspensi dan mesin injeksi. Sehingga kenayamanan berkendara jauh lebih baik daripada 220S.

Produk Mercy yang dikenal dengan julukan Mercy Kentang ini mengonsumsi bahan bakar yang cukup banyak. Bayangkan, untuk berjalan 100 km dibutuhkan setidaknya 13 liter bensin. Oleh karena itu, kapasitas tangki keduanya pun cukup besar, yakni mencapai 64 liter (seri 220S) dan 62 liter (220SE). Namun di zaman sekarang ini, restorasi mesin dapat dilakukan dengan sedemikian rupa sehingga kecepatan maksimum dan konsumsi bahan bakar tidak seburuk produksi awal di tahun 1950-an.

Artikel Terkait

Perancang Mercy Kentang

Mercy Kentang atau disebut juga Mercy Ponton adalah salah satu jenis mobil antik yang dewasa ini banyak sekali dicari oleh kolektor.

Mercy Kentang Station Wagon

Bagi pecinta mobil tua keluaran Mercedes-Benz, Mercy Kentang bisa menjadi salah satu pilihan yang sempurna.

Mercy Kentang Pickup

Mungkin ada sebagian dari pembaca yang kurang begitu mengenal Mercy Kentang versi pick-up karena hampir semua model yang ada hingga sekarang adalah jenis sedan.

Mercy Kentang 220S (W180) dan 220SE (W128) Cabriolet

Salah satu mobil klasik dari Mercedes-Benz adalah seri cabriolet.