Mercy Kentang Station Wagon

Bagi pecinta mobil tua keluaran Mercedes-Benz, Mercy Kentang bisa menjadi salah satu pilihan yang sempurna.

Desain mobil yang mewah dan eksklusif menjadikannya selalu tampak istimewa saat berkendara berkeliling kota. Masyarakat Indonesia mengenal beberapa jenis Mercy yang cukup melegenda, seperti Mercy Kebo dan Mercy Batman. Sebutan “kentang” di sini berkaitan dengan bodi mobil yang membulat mirip kentang. Meskipun demikian, tampilan luar mobil ini tetap mengundang decak kagum orang-orang yang melihatnya.

Ada banyak seri Mercy Ponton yang diproduksi oleh Mercedes-Benz dan seri Mercy 220SE merupakan produk ponton terakhir dari perusahaan tersebut. Semua mobil keluaran Mercedes bermodel sedan yang sebenarnya terdiri dari 3 jenis, yakni sedan biasa, station wagon serta hatchback. Pada artikel ini, akan dibahas Mercy seri ponton station wagon.

Station Wagon merupakan mobil berbasis sedan yang atap bagian belakangnya dipanjangkan sampai ke atas bagasi. Apabila sedan memiliki moncong di depan dan belakang, maka station wagon hanya memilikinya di bagian depan saja. Dengan demikian, ruang bagasi akan menyatu dengan ruang penumpang. Sementara itu, pintu bagasi tersebut akan membuka ke atas. Pada tahun 1950-an Mercedes-Benz telah memproduksi model mobil Station Wagon. Salah satunya adalah seri ponton.

Mobil Mercy Station Wagon seri ponton ini memang termasuk langka. Bahkan keberadaannya hanya berdasar pesanan khusus. Itu artinya jumlah Mercy station wagon ini tidak beredar luas. Berbeda dengan seri ponton lainnya, station wagon ini memiliki 4 pintu dan tentunya ruang penumpang yang lebih luas. Tidak seperti model coupe ataupun cabriolet yang cukup sempit.

Produksi awal Mercy ini telah dilengkapi dengan mesin bertipe OM 636 VII/636.930 sebesar 1755 cc dan dilengkapi dengan sistem listrik sebesar 12V.  Dengan panjang 4.446 meter dan lebar 1.740 meter, mobil ini bisa mencapai 65.000 km. Walaupun kecepatan maksimumnya tidak secepat mobil-mobil canggih sekarang ini, para pecinta mobil klasik bisa melakukan modif mobil dengan mengganti mesin di dalamnya.  Kini banyak bermunculan jasa restorasi mobil-mobil tua di kota besar.

Sebagian bengkel mobil kerap merestorasi Mercy jenis ponton meskipun dengan keadaan mesin mati selama 10 tahun. Di Indonesia sendiri, keberadaan Mercy ini dipesan oleh para pejabat Belanda yang bekerja di perkebunan. Memang tidak mudah melakukan proses restorasi tersebut karena spare part asli cukup sulit didapatkan. Untuk memulihkan sebuah Mercy ponton bisa menghabiskan waktu selama 2 tahun. Hal tersebut wajar terjadi, terlebih apabila terdapat bagian mobil yang rusak dan perlu diganti.

Kegemaran mengoleksi mobil tua, terutama keluaran Mercedes-Benz, sudah muncul sejak lama. Bagi mereka para peminat mobil klasik, hobi tersebut bisa merupakan suatu investasi masa depan. Sebuah Mercy seri station wagon asli bisa mencapai 180 juta rupiah dan jika dilakukan modifikasi bisa mencapai angka di atas itu.