Mercy Kentang Pickup

Mungkin ada sebagian dari pembaca yang kurang begitu mengenal Mercy Kentang versi pick-up karena hampir semua model yang ada hingga sekarang adalah jenis sedan.

Atau mungkin saja Anda mengira bahwa model pick-up ini merupakan proses modif mobil oleh seseorang. Pada tahun 1950-an, Mercedes-Benz melakukan pengembangan produk berupa station wagon dan pick-up. Namun sejarah terciptanya model pick-up memiliki ceritanya tersendiri.

Awal 1950-an merupakan periode penting ketika Daimler-Benz memperluas pasar penjualannya hingga ke Afrika Selatan. Saat itu ia memiliki 6 importir yang menjual produknya ke luar Jerman. Hingga di pertengahan 1950-an, Pemerintah Afrika Selatan memberlakukan kuota impor ketat terhadap impor sedan asing. Tentu kondisi tersebut menyulitkan para importir Mercedes untuk memasarkan produknya.

Untuk menghindari pajak impor yang cukup tinggi, para importir meminta kantor perwakilan di Johannesburgh untuk membuat rencana pengalihan impor ke produk yang kala itu dinamakan “chassis-cabs” atau “half-cars”. Namun pada saat itu Daimler-Benz belum siap dengan model tersebut akibat kurangnya fasilitas perakitan mobil. Half-car” di sini berupa bodi mobil dengan bagian belakang terbuka, sehingga belum sepenuhnya berbentuk sedan, tetapi pick-up.

Setelah melihat manfaat dari pick-up dengan kemampuan angkutnya, akhirnya Daimler-Benz memilih satu seri mercy yang tepat, yakni Mercy Ponton W120 Mercedes 180D dengan mesin berkekuatan 1767 cc tipe OM636 VII. Sementara mesin yang dipakai masih serupa dengan "kompor minyak" yang diperkenalkan Daimler-Benz setelah perang. Mesin tersebut merupakan mesin diesel pertama yang dibuat.

Mobil Mercy 180D ponton pick-up terjual pertama kali pada tahun 1955 dan mengalami kenaikan hingga mencapai 400 unit selama rentang waktu 3 tahun. Kesuksesan Mercy pick-up di Afrika Selatan terjadi karena model tersebut tidak termasuk ke dalam peraturan kuota impor yang hanya berlaku untuk jenis sedan. Meskipun model ini tidak begitu populer di Eropa, namun pick-up sangat disukai oleh pemilik mobil di Afrika Selatan.

Dalam perkembangannya, box pada pick-up Mercy Kentang mengalami perbaikan model yang lebih elegan. Masih dengan sistem gear 4 persneling manual (mirip dengan model sedan W120), Mercy ini telah dilengkapi sistem listrik 12 V dan generator 160 watt. Kapasitas bahan bakar mobil ini adalah 56 liter dan penyediaannya menggunakan sistem pompa piston sebagai bagian dari injeksi pompa. Ukuran Mercy pick-up ini hampir sama dengan versi sedannya, yaitu dengan panjang 4,446 meter dan lebar 1,740 meter.

Hingga akhir 1950-an ada sekitar 500-550 Mercedes pick-up berlalu-lalang di jalanan Afrika Selatan. Sayangnya tidak banyak yang tersisa hingga sekarang, diperkirakan hanya sekitar 10 unit mobil yang tersisa. Jikapun ada, kemungkinan tidak semua mobil berada dalam keadaan baik. Sementara proses restorasi yang diperlukan sebuah bengkel mobil bisa memakan waktu cukup lama.