Mercy Kentang 220S (W180) dan 220SE (W128) Cabriolet

Salah satu mobil klasik dari Mercedes-Benz adalah seri cabriolet.

Mungkin ada di antara para pembaca yang cukup asing mendengar kata “cabriolet”. Di era 1950-an, perkembangan mobil masih didominasi dengan model 2 pintu atau biasa disebut “coupe”. Istilah “coupe” umum digunakan untuk menyebutkan mobil dengan atap tertutup. Kemudian masih pada masa itu, ada mobil coupe dengan atap terbuka dan disebut “convertible coupe”. Seiring perjalanan waktu, mobil beratap terbuka memiliki nama lain, yakni cabriolet.

Mercedes-Benz memiliki Mercy Kentang 220S dan Mercy Kentang 220SE, yang keduanya diproduksi dalam seri coupe dan cabriolet. Mercy Kentang 220S cabriolet diperkenalkan pertama kali di “Frankfurt Auto Show” pada bulan September 1955. Kemudian, seri cabriolet diproduksi pada bulan Juli 1956. Perusahaan mobil tertua ini tercatat lebih banyak memproduksi model cabriolet daripada coupe. Sebagai contoh, dalam rentang waktu Juli sampai Oktober 1959, mereka memproduksi 2178 unit cabriolet dan 1251 coupe.

Peminat mobil antik cabriolet terbilang besar. Siapa yang tidak akan merasa bergaya mengendarai mobil beratap terbuka dengan roda lis putih keluaran era 1950-an? Setiap orang yang melihat pasti akan mengaitkan memori puluhan tahun silam. Jenis mobil ini tampak begitu elegan dan cocok digunakan untuk berkeliling kota.

Kedua seri Mercy Kentang ini telah dilengkapi dengan mesin 2.2 liter yang akan memberi tenaga cukup besar. Sebab mobil-mobil ini cukup berat. Untuk seri Mercy Kentang 220S, beratnya mencapai 3219 pounds, sementara Mercy 220SE mencapai 3102 pounds. Seri cabriolet, meskipun beratap terbuka, memiliki kesamaan dengan Mercy coupe, yakni sama-sama tampak gemuk dan membulat. Orang Indonesia menyebutnya Mercy Kentang karena menyerupai kentang.

Meskipun produksi kedua seri ini hampir bersamaan, namun Mercy 220SE yang merupakan seri Mercy Ponton terakhir mempunyai keunggulan. Mercedes-Benz tidak hanya terkenal sebagai perusahaan mobil tertua dan berkualitas tinggi, tetapi juga karena penamaan produknya. Huruf “SE” di belakang angka menunjukkan “Special” dan “Einspritzung” atau injeksi. Dengan demikian, pemakaian bahan bakar lebih irit dibandingkan dengan Mercy 220S. Model Mercy 220SE membutuhkan 13 liter per 100 km, beda 0.5 liter dengan seri sebelumnya.

Pada dasarnya, mobil Mercy Cabriolet dapat dikatakan sebagai mobil coupe dengan kelebihan berupa atap terbuka. Sebenarnya ada dua jenis cabriolet, yakni soft top dan hard top. Sesuai dengan istilahnya, soft top, berarti atap terbuat dari bahan-bahan lunak seperti kanvas atau vinyl. Sedangkan hard top terbuat dari bahan-bahan keras seperti baja. Pada awal produksi mobil, bahan kanvas lebih sering digunakan oleh produsen. Kemudian baru pada tahun 1955, bahan favorit untuk atap pada model cabriolet adalah karet butyl dan lateks. Mercedes-Benz sendiri pernah menggunakan bahan lunak dan keras dalam produksi mobil mereka.

Artikel Terkait

Perancang Mercy Kentang

Mercy Kentang atau disebut juga Mercy Ponton adalah salah satu jenis mobil antik yang dewasa ini banyak sekali dicari oleh kolektor.

Mesin Mercy Kentang

Bulan September 1955 menjadi waktu penting bagi sejarah mobil klasik keluaran Mercedes-Benz seri 220S dan 220SE.

Mercy Kentang Station Wagon

Bagi pecinta mobil tua keluaran Mercedes-Benz, Mercy Kentang bisa menjadi salah satu pilihan yang sempurna.

Mercy Kentang Pickup

Mungkin ada sebagian dari pembaca yang kurang begitu mengenal Mercy Kentang versi pick-up karena hampir semua model yang ada hingga sekarang adalah jenis sedan.