Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

"Tape Deck" Lawas Bukan Sekedar Barang Bekas

Kenangan adalah sesuatu yang selalu atau yang masih teringat dalam fikiran, dari sebuah peristiwa ataupun benda di masa lalu. Setiap manusia, pastilah memiliki kenangan yang muncul kembali, ketika mendengar atau melihat sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu. 

Demikian juga bagi para penggemar mobil retro dan klasik, ada banyak sekali benda jadul lawan atapun kuno yang tetap dipertahankan. Tujuannya agar dapat mengingatkan kembali kepada masa dimana mobil tersebut dikeluarkan pertama kali dari pabriknya.

Salah satunya adalah Tape Deck, yaitu sebuah alat yang dipasang pada interior mobil, untuk memutar suara dari radio ataupun pita magnetik. 

Walaupun sudah tergolong "out of date", Tape Deck atau disebut juga sebagai Head Unit lawas, ternyata masih digemari dan dipertahankan keberadaannya oleh banyak pengguna mobil retro atau klasik.

Jika dibandingkan dengan perangkat audio masa kini, fiturnya terbilang minim tapi masih banyak yang enggan melepas dan menggantinya dengan perangkat baru. Ada beberapa alasan, mulai dari menjaga orisinalitas tampilan interior mobil, mendapatkan kualitas suara yang sesuai selera, juga sebagai aksesoris pendongkrak gengsi penggunanya.

Contoh pertama adalah Tape Deck yang terpasang di mobil BMW E30 M40. Seri perangkat audio yang digunakan umumnya adalah Blaupunkt Sydney keluaran akhir 1980-an, biasanya juga dilengkapi dengan equaliser berbentuk stick. 

Kualitas suara yang dihasilkan ternyata masih mumpuni walaupun sudah berumur. Jika masih kurang optimal, beberapa pengguna mobil ini mengakalinya  dengan memasang perangkat tambahan, seperti adaptor Bluetooth, terminal USB flashdisk ataupun Audio Processor.

Tape Deck bawaan mobil memang dibuat dengan pengaturan suara standar sesuai panduan dari pabrik. Nah. Audio Processor berfungsi untuk mengatur suara yang dihasilkan dari Tape Deck, agar sesuai dengan keinginan pendengarnya.

Pemasangannya cukup mudah tanpa perlu mengubah mekanisme kerja Tape Deck dan merusak keaslian komponennya. Agar tidak mengganggu tampilan klasik secara keseluruhan, lokasi pemasangannya juga disembunyikan.

Tak perlu persyaratan khusus, semua jenis head unit lawas bisa digandengkan dengan beragam jenis prosesor. Anda bisa memilih dari yang standar dengan harga ratusan ribu rupiah,  hingga kelas premium yang mencapai puluhan juta rupiah.

Adapun biaya pemasangannya tergantung pada tingkat kesulitannya. Namun yang jelas, biayanya berbeda dengan instalasi atau perbaikan sistem audio mobil baru karena tidak semua teknisi audio bisa melakukannya. Terutama masalah lokasi penempatan yang tidak boleh terlihat jelas dari bagian interior.

Contoh kedua adalah perangkat audio untuk Volvo 945 keluaran 1993.  Head unit yang menjadi seringkali menjadi kenangan adalah Nakamichi CD-500 keluaran tahun 1990-an.  Beberapa pengguna merasa cocok dengan karakteristik suara analog yang dihasilkannya, Tidak seperti suara yang diproses secara digital, karena terlalu sempurna sehingga tidak lagi alami.

Beberapa pendapat tentang Tape Deck dari pengguna mobil klasik dan retro, yang paling favorit adalah tipe-tipe lawas keluaran Sony dan Alpine, yang dipadupadankan dengan speaker keluaran 1970 sampai tahun 1990-an. 

Lebih sempurna lagi jika dilengkapi dengan stick equaliser Blaupunkt buatan Jerman yang asli. Karena saking terkenalnya peralatan ini, ada juga tiruannya yang memakai merk Cobra.

Oleh karena itu, sebagian besar penggemar otomotif di era 1980 sampai dengan tahun 1990-an menyebutnya sebagai Blaupunkt Cobra atau stik Cobra.

Sumber: bisnis.com

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia