Mengulik Peugeot 405, Si ‘Uzur’ yang Tetap Sporty di Masa Kini

Bagi para penggemar mobil klasik, usia tua tak menjadi soal. Justru semakin sepuh usia mobil, semakin menjadi kebanggaan tersendiri, terlebih jika mobil tersebut masih oke poenya! Tak dipungkiri memang kadang usia mobil yang sudah tua membuat body tak lagi menawan. Restorasi yang dilakukan di sana sini memang bisa membuat penampilannya lebih segar, tapi tentu tak mengubah bentuk dasarnya yang terlihat ‘jaman old’. Namun, mobil yang satu ini bisa bodinya dibilang tak ketinggalan zaman. Bersanding dengan deretan mobil di era milenial, mobil ini masih tetap kece badai, meminjam jargonnya Syahrini. Ya, mobil itu tak lain adalah Peugeot 405 yang meski usianya sudah uzur tetapi bodinya tetap terlihat trendi bahkan sporty di masa kini.

Peugeot 405 sejatinya adalah mobil kategori mid size sedan. Mobil besutan pabrikan Perancis ini masuk ke Indonesia antara tahun 1989 hingga 1997. Perancangnya adalah rumah desain Pininfarina Italia. Selain membesut Peugeot 405, rumah desain itu juga memproduksi Alfa Romeo 164. Penghargaan bergengsi sebagai European Car of The Year pun sukses disabet mobil tersebut pada 1988 lalu. Oleh karena rancangan mobilnya yang sporty tersebut, hingga kini ‘wajahnya’ pun masih tampak tak ketinggalan zaman.

Di luar negeri beredar pula seri Peugeot 405 versi station wagon dan 4wd. Namun, di Indonesia, sedan ini hadir dengan varian 4 pintu dan menggunakan roda penggerak depan. Dari satu varian itu terdapat beberapa tipe, yaitu SR, SRi, STi dan STi Le Mans. Perbedaan pada tipe tersebut terletak pada pengabut bahan bakarnya. Tipe SR menggunakan karburator, sedangkan SRi, STi, dan Le Mans sudah memakai injeksi.

Selain itu, aksesoris tipe tersebut juga berbeda-beda. Pada tipe SR tidak memiliki garnish di bagian eksteriornya dan hanya ada plastik warna abu-abu. Berbeda halnya dengan tipe Sri yang memiliki semacam reflektor bertiliskan Peugeot. Kemudian, untuk tipe STi polos sesuai body bagasi.

Velgnya pun berbeda-beda. Tipe SR masih menggunakan velg kaleng berukuran 14 inci, sedang tipe SRi dan Sti menggunakan velg standard. Velg lebih mewah dijumpai pada tipe Le Mans yang sudah menggunakan ukuran 15 inci.

Beranjak ke bagan lain, tipe SR dilengkapi dengan foglamp di bagian depan. Hal ini berbeda dengan tipe Le Mans yang sudah memakai bodykit berupa spoiler dan memiliki emblem Le Mans di bagian belakang, samping dan dashboard. Tipe ini juga lebih mewah dengan jok kulit.

Soal mesin, Peugeot 405 diperkuat dengan mesin 4 silinder dengan pilihan 1900cc dan 2000cc bertipe XU9 untuk tipe STi dan XU10 untuk tipe Le Mans. Blok kedua mesin tersebut berbeda materialnya. Tipe XU9 menggunakan material alumunium, sehingga lebih rawan retak, sedangkan tipe  XU10 sudah menggunakan besi cor dan lebih tahan banting.

Terkait pengereman, tipe SR masih mengandalkan rem teromol di bagian belakang  dan rem cakram di bagian depan. Sementara tipe lainnya sudah mengandalkan cakram pada keempat rodanya. Tipe SR bisa dibilang sangat sederhana, bahkan juga tak memiliki pengatur ketinggian jok sopir, Spion elektrik dan transmisi otomatis yang ada pada tipe lainya. Satu lagi, per depan Peugeot 405 SR pun lebih pendek dibandingkan tipe STi dan SRi.

Demikian beberapa hal tentang Peugeot 405. Terlepas dari apa pun tipenya, mobil jenis ini termasuk kategori mobil retro yang terjangkau harganya. Spare partnya pun lumayan mudah didapat dengan harga yang tak terlampau menjulang. Perawatannya pun termasuk mudah, khususnya tipe SR yang semuanya masih serba manual dan menggunakan karburator.