Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Banyak Yang Cari Spare Part Copotan, Membuat Pemilik Mobil Lawas Mpot-mpotan

Memelihara mobil lawas memang hobi yang mengasyikan Apalagi jika masih dalam kondisi prima, laik jalan dan bisa digunakan  untuk keperluan sehari-hari. Tapi namanya produk buatan manusia, sudah pasti tidak sempurna. Terkadang mobil lawas juga mengalami kerusakan. 

Yang sering menjadi masalah adalah mencari spare part-nya. Tidak setiap toko spare part maupun diler menyediakan onderdil untuk mobil lawas.

Jika beruntung bisa mendapatkan onderdil yang asli, harganya sudah pasti mahal. Para penggemar mobil lawas umumnya mencari alternatif dengan membeli spare part bekas hasil copotan.

Ada beberapa kelebihan yang didapat.  Pertama, jika onderdil tersebut original, harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan dengan barang baru. Kemudian semua komponen bisa dibeli dalam satuan, tidak perlu satu set seperti komponen baru.

Namun juga ada juga kekurangannya. Beli komponen mobil copotan ini bisa dibilang untung-untungan, karena penjualnya yang mayoritas pemilik bengkel kampakan, tidak akan berani menjamin kualitas dari barangnya. Selain tidak tahu riwayat pemakaian sebelumnya, bisa jadi barang tersebut mengalami kerusakan pada proses pelepasan di bengkel. 

Oleh sebab itu, berhati-hatilah saat membeli spare part copotan, apalagi jika tidak tahu pasti siapa penjualnya. Dari semua konsekuensi membeli spare part copotan, ada satu hal yang paling berat yaitu dituduh sebagai tukang tadah. 

Arti kata tukang tadah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yg menerima barang curian (selundupan dsb). Untuk diketahui, pelaku penadah dapat dijerat dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara hingga empat tahun.

Saat ini, mobil-mobil keluaran lawas 1990 tak luput dari aksi pencurian. Bukan untuk dijual secara utuh, tapi dilucuti suku cadangnya dan dipasarkan di pasar gelap kepada pengguna yang membutuhkan.

Seperti yang terjadi di Jepara, Jawa Tengah, kepolisian setempat berhasil meringkus komplotan pencuri spesialis mobil lawas. Komplotan pencuri ini diketahui membidik Toyota Kijang lawas produksi tahun 1990-1995. Bukan tidak mungkin, setelah Kijang lawas, para pencuri ini juga mengincar mobil lawas yang lain. 

Tingginya kasus pencurian mobil Toyota Kijang lawas ditengarai karena pemilik terlalu cuek karena merasa yakin mobilnya tak akan dicuri. Agar tidak was-was, ada tips dari beberapa teknisi yang bisa anda lakukan.

Nurkolis dari Section Head di seksi National Technical Leader Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, untuk mencegah pencurian pada mobil lawas, pertama-tama pemiliknya harus selalu memastikan lokasi parkir yang aman. Yang kedua, jangan dibiarkan pintu dan jendela bermasalah atau rusak. Pastikan bagian-bagian ini bekerja sempurna meski usianya tak muda.

Kemudian pemilik mobil lawas juga juga harus memastikan bila kunci mobil tak pernah diduplikasi orang lain. Jika ragu atau anak kunci pernah hilang sebaiknya ganti secara keseluruhan atau satu set.

Sedangkan Dolf Valentino, yang menjabat Kepala Bengkel Daihatsu Pangeran Jayakarta Dolf Valentino menyarankan agar mobil lawas sebaiknya  dilengkapi juga dengan perangkat keamanan masa kini.  Bukan sekedar sensor alarm, tetapi lengkap dengan sensor diagonal. Jadi ketika ada membuka pintu atau memecahkan kaca untuk mengambil sesuatu didalam mobil, ada bunyi sirene yang menyala.

Ia juga mengingatkan para pemilik mobil walaupun lawas, untuk tidak meninggalkan barang pribadi di dalam kabin sebagai upaya mencegah tindak kejahatan. Akan lebih aman lagi bila kaca mobil lawas Anda dilapisi kaca film gelap untuk melindungi privasi di dalamnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia