Loading...
en

Hobi Mobil Volvo? Ini Sejarahnya Hingga Menjadi Mobil Mahal Para Pejabat Orde Baru

Bagi Anda yang memiliki hobi mobil retro eksklusif, sepertinya tak boleh melewatkan Volvo seri 200, mobil mahal racikan pabrikan otomotif asal Swedia. Khas dengan lambang besi yang melintang secara diagonal, keanggunan dan pesonanya masih terekam dalam benak masyarakat Indonesia hingga kini. Volvo 200 series atau yang kerap juga disebut sebagai seri 2 ini diproduksi dalam rentang waktu yang cukup lama, yakni 1973 hingga 1993.

Menurut catatan sejarahnya, Volvo seri 2 telah berhasil terjual sebanyak 2,8 juta unit ke seluruh dunia. Keberadaannya sebagai mobil mahal, digadang-gadang menjadi tulang punggung yang mampu membesarkan Volvo selama beberapa puluh tahun lamanya. Disebut-sebut hal ini sampai membuat seri 7 jadi dianak-tirikan karenanya. Kendaraan terkenal ini didesain oleh Jan Wilsgaard, yang mana sosoknya pernah masuk dalam jajaran nominasi desainer mobil abad ke-20.

Seri 200 boleh dibilang sebagai salah satu kendaraan paling canggih yang pernah dibuat oleh Volvo pada zamannya. Pasalnya mobil ini memiliki sejumlah fitur keamanan yang sangat mumpuni, seperti penambahan Airbag, Anti-lock Braking System (ABS), dan Crumple Zone. Semua fitur keamanan yang tersemat di dalamnya tersebut sangat mampu menekan resiko fatal yang terjadi akibat kecelakaan.

Pertama kali diluncurkan, sedan midsize ini dikeluarkan dalam dua varian, yakni 240 dan 260. Pada era tahun 80-an, keberadaan mobil mahal ini sangat identik dipakai oleh para menteri kabinet pembangunan serta pejabat-pejabat tinggi lainnya.

Penamaan mobil ini menggunakan format 2AB yang mana angka 2 menunjukan seri 200, kemudian A menunjukan jumlah silinder mesinnya, sementara B mewakili jumlah pintunya. Oleh karenanya, tipe 245 bisa diartikan sebagai Volvo seri 200 dengan mesin 4 silinder dan 5 pintu. Namun begitu hingga tahun 1982, format penamaan tersebut diganti yang mana bagian B diisi dengan angka 0 untuk jenis bodi apa pun.

Terdapat juga beberapa trim level yang menunjukan kelengkapan fiturnya, dimulai dari yang terendah L (Luxe), DL (de Luxe), GL (Grand Luxe), GLE (Grand Luxe Executive), GLT (Grand Luxe Touring), GT dan Turbo.

Di Tanah Air, beberapa seri Volvo ini muncul pertama kali pada tahun 1976 melalui tipe 244DL dan 245 yang mengusung model station wagon (touring estate). Selain mesin 4 silinder, mobil ini juga menelurkan versi 6 silinder melalui 264DL dan 264GL. Kehadiran Volvo 264GL ini muncul pada tahun 1987 dan masih mengusung jenis mesin dan karburator yang sama dari pendahulunya.

Oleh para penggemarnya di Indonesia, mobil ini dijuluki sebagai 264GL Classic. Beranjak ke tahun 1988, muncul juga Volvo 240 yang kemudian dijuluki sebagai 240 Baby oleh penggemar di Tanah Air. Namun begitu, Baby hanya diproduksi hingga tahun 1991.

Volvo 200 mesin 4 silinder menggunakan redblock inline 4 dengan varian kapasitas 1.900 cc, 2.100 cc, dan 2.300 cc. Dimana mesin redblock tersebut masih menggunakan SOHC yang diterapkan pada tipe 244, 245, hingga 240GL Classic. Pada 240 Baby, mesin tersebut kemudian dikembangkan menjadi injeksi mekanikal dari Bosch K-Jetronic.

Dari segi transmisi Volvo mesin 4 silinder dibekali dengan transmisi manual, sementara untuk 6 silinder mempergunakan PRV V6 SOHC berkapasitas 2700cc. Mesin PRV yang dibenamkan pada Volvo 264 GL/DL ini memungkinkan pilihan pada transmisinya, seperti manual atau matik. Pada dasarnya mesin PRV sendiri juga dipergunakan oleh produk otomotif terkenal dari Eropa lainnya, seperti Renault dan Citroen yang juga mendapat campur tangan dari Volvo

Salah satu mobil mahal produksi Volvo yang pernah dipakai Presiden Soeharto pada rezim Orde Baru adalah tipe 264GL. Meskipun era kepemimpinan Soeharto berakhir pada 1998, tetapi pemakaian Volvo sebagai kendaraan dinas kepresidenan masih tetap berlanjut hingga era kepresidenan BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri.

Namun sayangnya, pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudoyono dan wakil presidennya Jusuf Kalla, mobil ini dipensiunkan dari perannya sebagai kendaraan dinas kepresidenan. SBY dan JK lebih memilih berpaling kepada produk keluaran Jepang. Padahal identitas Volvo seri 200 sudah begitu lumrah untuk dipergunakan oleh kalangan pejabat Indonesia.

Saat ini keberadaannya terbilang cukup langka untuk ditemukan. Akan tetapi, sejumlah orang yang memiliki hobi mobil Volvo ini sepertinya tak pernah menyerah dalam menemukan keberadaannya meski dalam keadaan berupa bangkai sekalipun.

Volvo seri 200 merupakan salah salah satu mobil mahal,  mewah, eksklusif dan legendaris yang kini menyandang predikat sebagai mobil klasik. Penampilannya yang khas kotak retro, dengan sentuhan aksen krom seolah begitu menegaskan kesan prestisius yang dimilikinya.

Seperti halnya sedan mewah keluaran Eropa lainnya, kendaraan ini memiliki model perawatan yang tak bisa disiasati dengan pembedahan di beberapa bagian. Akan tetapi, bagian yang rusak harus harus benar-benar diganti dengan komponen dan onderdil yang sesuai.

Unitnya yang terbilang cukup jarang, membuat posisinya diantara para klasiker yang hobi mobil mahal terbilang gelap. Istilah ‘gelap’ memiliki makna bahwa standar harga yang ditetapkan cenderung berbeda-beda karena tergantung pada patokan yang dibanderol oleh pemiliknya.

Untuk kondisi yang paling mengenaskan, biasanya para kolektor masih harus menggelontorkan kocek sekitar belasan juta. Sementara untuk kendaraan yang memiliki riwayat pernah dipergunakan oleh pejabat dari kabinet Menteri Pembangunan, harganya mampu mencapai ratusan juta rupiah.

Citroen Dyane 6, Mobil Sipil Hasil Desain Pembuat Kendaraan Militer Perancis

Ketatnya persaingan di dunia otomotif tidak hanya terjadi pada saat sekarang, tetapi juga pada masa lalu lewat berbagai jenis dan merek mobil yang saat ini sudah menjadi mobil kuno alias mobil klasik. Hal tersebut dapat dilihat dengan diluncurkannya Citroen Dyane 6 ke pasar internasional untuk pertama kalinya lewat ajang Brussels Motor Show bulan Januari 1968, yang diharapkan dapat menghancurkan dominasi Renault 4. Itu sebabnya desain yang digunakan Dyane merujuk pada Citroen 2CV yang merupakan… Read More...

Membeli Mobil Klasik, Apa Manfaatnya?

Cinta adalah sebuah hal yang tidak mudah diungkapkan dengan kata-kata, tetapi dapat dilihat dari tindakan nyata. Hal ini tak hanya berlaku pada manusia, dalam hal ini terhadap lawan jenis. Akan tetapi, cinta juga bisa diwujudkan terhadap barang kesayangan, misalnya mobil klasik. Meski tak banyak orang menggemari mobil klasik, tetapi pecinta mobil yang tergolong klasik juga tidak sedikit. Hal ini terbukti dengan bermunculannya klub-klub atau komunitas mobil kuno. Read More...

Mobil Citroen Traction Avant, Pertama di Dunia dengan Penggerak Roda Depan

Mobil antik jenis sedan yang diproduksi sepanjang tahun 1934 – 1957 ini merupakan pelopor produksi massal revolusi dua fitur yang selanjutnya dipakai pada produk-produk mobil pada saat ini. Kedua fitur yang dirombak secara radikal oleh mobil Citroen dari mobil-mobil yang ada sebelumnya tersebut adalah ‘penggerak roda depan’ dan ‘suspensi independen empat roda’. Karena revolusi yang dilakukannya itulah mobil ini dinamakan Traction Avant yang dalam Bahasa Perancis memiliki arti ‘tarikan depan’… Read More...

Hotrodiningrat, a Community for Classic American Car Lovers

A Classic American Car Lovers Based in Yogyakarta - People with similar interest tend to get along very quickly and gather around to express their interest. This is when a community usually formed, one of which is the car lovers community. In Yogyakarta, you will find a unique automotive community that calls themselves the Hotrodiningrat. So, what is so unique about this community? Read More...