Datsun Curut Pertamina, Mobil Pick Up Legendaris Kelas Dunia

Di awal kemunculannya di Indonesia, Datsun bukan hanya mengusung mobil sedan, melainkan juga pick up. Adalah Datsun Sunny B120 yang menjadi legendaris pick up dari pabrikan Jepang yang bernaung di bawah Nissan itu. Seperti banyak  seri mobil lain, orang Indonesia kerap menyematkan julukan-julukan ‘aneh’ pada mobil. Tak ketinggalan dengan Sunny B120 yang dikenal dengan nama Datsun Curut. Sebagian orang menyebutnya dengan Datsun Curut Pertamina.

Mengapa ada embel-embel, ‘curut’ dan ‘Pertamina’? Ketahui jawabannya lewat ulasan berikut ini.

Nama lengkap mobil ini  adalah Datsun Truck dengan kode B120. Mobil ini muncul di Indonesia pada tahun 1970-an. Bentuknya memang unik, memililiki moncong depan yang panjang dan bak yang juga tak kalah panjang. Kap mesin yang menjadi moncong depan inilah yang membuatnya dijuluki curut. Orang menyamakan dengan tikus curut, yang juga memiliki moncong depan panjang.

Hal inilah yang menjadi alasan di balik nama Datsun Curut. Kemudian, nama Pertamina yang melekat padanya dikarenakan pada awalnya mobil pick up ini digunakan sebagai mobil lapangan para pejabat pertamina. Bergeser dari soal nama aliasnya itu, mari kita menelisik lebih jauh tentang bodi dan juga mesinnya. Datsun curut memiliki bentuk depan seperti grill, lampu depan, bonet dan bumper yang hampir sama dengan versi sedannya.

Demikian pula dengan bagian sasisnya yang mirip dengan wheelbase yang sama. Hal ini lantaran mobil  versi pick up ini berbasis dari sedan B110. Hanya saja, versi pick up memiliki 2 pilihan wheelbase, yaitu standard dan panjang. Sasis pendek atau standard inilahnya yang memiliki kode B120, sedangkan sasis panjang memiliki kode GB120.

Aslinya adalah sedan ceper, setelah dirancang ulang sebagai pick up ground cleareance sedan tetap dipertahankan, dan justru membuat si curut ini lebih nyaman dan ‘cepat’ diajak bermanuver di jalan.

Di Indonesia sendiri, varian yang muncul hanya B120. Keunikan dari mobil Datsun Curut ini dibandingkan dengan kendaraan pick up lain terletak pada bagian baknya. Umumnya bak mobil pick up akan terpisah dari bagian kepala. Namun, Datsun Curut memiliki bodi yang ‘menyambung’ dari kap, kepala hingga bagian bak terbukanya. Selain itu, umumnya mobil pick up memiliki lampu di bawah bumper. Akan tetapi, Datsun Curut memiliki lampu model vertikal yang berada di samping kanan dan kiri sisi belakang bak.

Lanjut ke bagian permesinan! Datsun curut menggunakan mesin Nissan A12 dengan konfifurasi inline 4 silinder OHV 8 Valve dan pengabut bahan bakar karburator. Menyunggi mesin 1200 cc, Nissan selaku pemilik Datsun mengklaim varian ini mampu menghasilkan tenaga 68Hp pada 6000Rpm dan torsi puncak sekitar 95Nm pada 3600Rpm. Torsi ini pun dinilai cukup besar, untuk mobil rasio kompresi sekitar 9:0:1.

Sebagai mobil niaga, Datsun memilih menggunakan roda penggerak belakang. Tentu, alasannya karena menggunakan roda penggerak belakang membuat mobil lebih ‘perkasa’ dibandingkan jika menggunakan roda penggerak mobil depan. Penyaluran tenaga mobil ke roda penggerak belakang sendiri, dilakukan melalui transmisi manual 4 percepatan standard.

Datsun Curut yang masuk ke Indonesia ditengarai jumlahnya kurang lebih 1000 unit dan semuanya melalui Pertamina. Berjalan beberapa dekade sejak kemunculannya, kini Datsun Curut telah menjadi mobil antik. Keberadaannya menjadi incaran banyak pecinta mobil kuno. Sayang, lantaran kelangkaannya, harga mobil ini pun menjadi ‘gelap’. Artinya, tak ada patokan harganya, Anda harus berani menyodorkan mahar tinggi jika ingin meminang mobil jenis ini, apalagi jika ternyata mobil tersebut masih kondisi OKE POENYA!