Mercy Kentang 220S (W180) dan 220SE (W128) Coupe

Mercedes-Benz merupakan salah satu perusahaan mobil terkemuka di dunia yang berusia paling tua.

Sejarah mencatat mobil berbahan bakar bensin diproduksi oleh Mercedes pada tahun 1886. Selama rentang waktu itu banyak terjadi perkembangan, baik mesin maupun modelnya. Meskipun kini bentuk mobil Mercedes atau biasa disebut Mercy tampak sangat mewah, tidak sedikit orang yang masih mengoleksi mobil antik berlogo bintang tiga keluaran 1900-an.


Perusahaan otomotif yang berkantor pusat di Stuttgart, Jerman ini tidak hanya memproduksi mobil. Anda pasti sering melihat logo Mercedes-Benz di bagian belakang bus yang lalu-lalang di jalanan kota. Ya, selain mobil perusahaan ini juga memproduksi bus, truk, otomobil, dan mesin.

Peminat Mercedes-Benz di Indonesia cukup besar. Namun, sebagian besar peminat Mercy justru pada mobil keluaran tahun 1900-an. Alasan yang membuat para pecinta mobil klasik untuk mengoleksinya bisa beragam. Pertama, mungkin karena mereka menyukai benda antik, atau kedua mereka suka memburu barang-barang yang cukup sulit didapatkan. Jika Anda penggemar film Hollywood, beberapa propertinya kerap menggunakan Mercy keluaran tahun 1930-an. Hal ini membuktikan bahwa mobil tua tidak kehilangan nilainya di zaman sekarang ini.

Artikel ini akan membahas tentang salah satu produk Mercedes-Benz yang cukup fenomenal, yakni Mercy 220S (W180) dan 220SE (W128) seri coupe. Kata “coupe” diartikan sebagai jenis mobil yang memiliki 2 pintu. Memang tidak ada penjelasan baku mengenai bentuk ini, bahkan sekarang ada beberapa pabrikan yang menciptakan seri coupe dengan 4 pintu. Umumnya mobil coupe berisi 4 kursi, yakni di depan dan di belakang, namun ada pula seri coupe dengan 2 kursi.

Mercy Kentang 220S coupe diperkenalkan pada Oktober 1956. Sementara Mercy Kentang 220SE, yang merupakan seri Mercy Ponton terakhir, diproduksi pada 1958 hingga 1960. Secara umum, tidak ada perbedaan signifikan dari kedua seri ini. Sekilas bentuk keduanya hampir sama. Beberapa hal yang dapat dibedakan dari seri Mercy 220S dan 220SE adalah bobot mobil, konsumsi bahan bakar dan kapasitas tangki bahan bakar.

Mercy 220S memiliki bobot 3219 lbs (atau pound) sementara Mercy 220SE hanya 3102 lbs. Melihat angka tersebut, sudah pasti mobil ini sangat berat. Bodi mobil kedua seri tersebut tampak membulat dan gemuk. Itu sebabnya orang Indonesia memberi julukan Mercy kentang. Keduanya hanya mampu melaju dengan kecepatan maksimum 99.5 meter per jam. Tentu kecepatan tersebut tidak sebanding dengan mobil di zaman sekarang. Meskipun demikian, mobil Mercy ini tetap aman digunakan di jalanan kota.

Kemudian, per 100 km, seri 220S mengonsumsi bahan bakar sebanyak 13.5 liter, dan seri 220SE hanya 13 liter. Sedangkan kapasitas tangki bahan bakar Mercy 220S adalah 64 liter dan Mercy 220SE 62 liter. Walaupun jika cukup boros bahan bakar, pengendara telah mendapat hal sepadan karena mobil ini memiliki mesin 2195 cc dengan suspensi penuh. Inilah alasan mengapa Mercedes-Benz tetap menjadi perusahaan mobil terkemuka. Tidak lain karena selalu mengedepankan kualitas produknya.

Artikel Terkait

Perancang Mercy Kentang

Mercy Kentang atau disebut juga Mercy Ponton adalah salah satu jenis mobil antik yang dewasa ini banyak sekali dicari oleh kolektor.

Mesin Mercy Kentang

Bulan September 1955 menjadi waktu penting bagi sejarah mobil klasik keluaran Mercedes-Benz seri 220S dan 220SE.

Mercy Kentang Station Wagon

Bagi pecinta mobil tua keluaran Mercedes-Benz, Mercy Kentang bisa menjadi salah satu pilihan yang sempurna.

Mercy Kentang Pickup

Mungkin ada sebagian dari pembaca yang kurang begitu mengenal Mercy Kentang versi pick-up karena hampir semua model yang ada hingga sekarang adalah jenis sedan.

Mercy Kentang 220S (W180) dan 220SE (W128) Cabriolet

Salah satu mobil klasik dari Mercedes-Benz adalah seri cabriolet.