Loading...
en

Mobil Keluaran 80-an dan 90-an Bisa Nimbrung ke PPMKI, Ayo Gabung!

Mendengar tentang komunitas mobil klasik, selalu hanya berisi orang-orang tua, setidaknya paruh baya. Namun kedepan fenomena ini tampaknya akan berubah. Masuknya kalangan muda di klub-klub pecinta mobil klasik bakal menjadi warna tersendiri. Hal ini menyusul langkah  Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang memperluas daftar anggota baru dalam klubnya.

Selama ini, hanya mobil produksi tahun 1970 ke bawah yang masuk dalam PPMKI. Menurut klasifikasi dalam mobil tua, mobil produksi tahun 70-an bisa dikategorikan sebagai mobil klasik dan mobil vintage.

Sebagaimana dikatakan Ketua PPMKI DKI Jakarta, Cecil Silanu sebelum aturan keanggotaan PPMKI baru tersebut bergulir, keanggotaan dibatasi untuk pemilik mobil dengan tahun produksi yang sudah lebih dari 40 tahun. Artinya, hingga tahun 2018,saat kebijakan baru ini ditelurkan, para anggota PPMKI sebelumnya harus memiliki mobil minimal buatan tahun 1977.

Gara-gara aturan ini, sebagaimana dikatakan Cecil, anak muda pun menjadi jarang bergabung ke PPMKI. Langkanya anak muda yang nimbrung di dalamnya itu disebabkan karena harga mobil lawas yang membumbung tinggi. Sudah bukan rahasia, jika mobil-mobil lawas justru dijual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan mobil yang muda usia produksinya.

Berbeda dengan mobil masa kini, yang bekasnya dijual mengikuti harga pasar yang wajar, mobol klasik dijual tanpa menggunakan patokan harga pasar. Keantikan, keunikan dan berbagai hal nyleneh yang tersemat di dalamnya justru terkadang menjadi nilai jual tersendiri. Apalagi jika mobil tua tersebut adalah bekas digunakan orang penting atau pernah terlibat dalam sebuah sejarah besar.

Penggemarnya pun tak akan sungkan-sungkan menggelontorkan mahar tinggi demi bisa meminangnya. Sementara anak muda, mayoritas masih belum mapan secara finansial, sehingga jarang yang bisa menebus sadisnya harga mobil klasik.

"Kalau masih seperti itu kapan bisa punya kesempatan jadi anggota PPMKI. Padahal kita ingin generasi mudah juga bisa menjadi anggota PPMKI," sebut Cecil.

Menyikapi hal tersebut, kini PPMKI mempersilakan mobil generasi 1980-an hingga 1990-an untuk bergabung di dalamnya. Mobil dari generasi tersebut dalam klasifikasi mobil tua tergolong sebagai mobil retro.

Menurutnya, dengan memasukan generasi mobil yang lebih muda ke dalam PPMKI, diharapkan akan semakin banyak anak muda yang masuk dalam komunitasnya. Cecil menyebut dengan bergabungnya anak muda dalam PPMKI, diharapkan pula klub ini akan semakin dikenal masyarakat.

"Jadi ke depannya PPMKI akan menggandeng generasi muda untuk menjadi anggota PPMKI karen mereka punya hasrat, minat, dan passion yang sama," katanya.

Langkah baru PPMKI tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak setahun lalu. Kala itu hal ini disampaikan oleh PPMKI DKI dalam acara kumpul bersama di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (4/3/2018) silam. Dalam acara yang digelar kala itu pun telah turut serta pula mobil-mobil seperti Mitsubishi Gallant, Mitsubishi Lancer SL, Mercedes-Benz Tiger hingga Toyota Corolla DX.

Ia pun menjelaskan jika sebenarnya banyak anak muda yang ingin ikut memiliki mobil klasik dan vintage. Sayangnya, masalah harga, sebagaimana diulas di atas, membuat niat mereka diurungkan. Mereka pun lantas menyalurkan keinginannya itu dengan membeli mobil yang sudah terbilang lawas, tetapi juga lebih muda dibandingkan mobil vintage. Wal hasil, mobil keluaran tahun 80-an hingga 90-an pun menjadi pilihan.

PPMKI termasuk komunitas yang sudah cukup tua. Didirikan pada 13 November 1979 silam, komunitas ini menjadi wadah bagi para pecinta mobil-mobil yang benar-benar klasik. Beberapa mobil yang awalnya masuk dijajaran anggota PPMKI antara lain Jaguar XK Cabrio tahun 1952, BMW 327 1939, Ford Thunderbird Cabrio 1956, dan Mercedes-Benz 320B 1837, termasuk mobil kepresidenan pada 1960, seperti Chrysler Imperial Crown.

Kegiatan yang diusung dalam komunitas ini meliputi turing dan pameran otomotif. Menginjak usianya yang sudah menembus 40 tahun, komunitas tersebut pun semakin matang. PPMKI memiliki banyak anggota yang tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia.
Barangkali banyak yang berpikir jika ingin masuk klub ini harus memiliki mobil klasik. Namun, anggapan ini ditepis oleh Haryo Girisagoro, pengurus PPMKI DKI Jakarta. Dikatakannya bahwa syarat masuk ke klub ini adalah suka dulu saja.

"Masuk PPMKI tidak harus punya mobil, yang penting suka aja silakan gabung, itu cara kami membesarkan PPMKI," tandasnya dalam sebuah kesempatan sebagaimana dikutip dari gridoto.com.

Sehubungan dengan dengan adanya kebijakan baru dari PPMKI pusat ini, tak menutup kemungkinan jika ke depan jika PPMKI justru tak sekedar sebagai ajang ‘kumpul dan touring serta pameran mobil klasik’. Akan tetapi, PPMKI bisa menjadi sarana penyambung lidah antar generasi untuk menceritakan tentang salah satu maha karya peradaban manusia di muka Bumi ini, yaitu berupa kendaraan klasik.

Bagaimanapun juga, yang namanya mobil klasik, terlepas tahun pembuatan, asal produksi atau mereknya, semuanya merupakan bagian dari hasil cipta, rasa dan karya manusia di zamannya yang patut dikenang dalam sejarah. Karya tersebut patut dihargai.

Mengoleksinya, merawatnya adalah bagian dari cara untuk menghargainya, sebagaimana para arkeolog dan sejarawan menjaga pada benda-benda purbakala dan bersejarah sebagai bagian penting dari peradaban manusia.

promo gratisUntuk membantu memulihkan kondisi ekonomi akibat Pandemi COVID-19, kami akan mempromosikan semua jenis produk anda di website ini secara GRATIS!  Caranya, kirimkan data lengkap seperti nama produk, info singkat, foto, harga, cara order (WA, bukalapak, shopee, tokopedia, dll berikut link-nya) kepada kami via WA ke 0811112227. 

 

rekor muri ppmki

Sukses Pamerkan 1500 Kendaraan Klasik, PPMKI Bali Sabet Rekor MURI

Rekor MURI kembali dipecahkan. Kali ini bersumber dari sektor otomotif. Adalah Perhimpunan Penggemar Mobil Klasik Indonesia (PPMKI) Provinsi Bali yang sukses menorehkan rekor tersebut berkat keberhasilannya memamerkan 1500 kendaraan klasik. Pameran terbesar yang pertama kali digelar di Pulau Dewata tersebut diselenggarakan untuk menyambut Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2019.

Who Would Have Thought If A Century Ago, This Country Already Had Around 200 Cars of Various Brands

No one knows that a century ago far away before Indonesia got its independence and The Oath of Youth had not been declared, this country had around 200 brands of car. Well, this is the truth. You have to know that even other countries like Thailand, Malaysia and Singapore didn’t have the numerous amounts of vehicle. Perhaps, this something unbelievable since back then, many people were still under the colonization
 

Karoseri Bak Truk Untuk Angkut Sapi

Karoseri Bak Truk Rp60.000.000 Per Unit

Baca Selengkapnya...