KdF-Wagen, VW-nya Petinggi Militer Nazi Jerman

VW Kodok berpengerak empat roda alias 4x4

Mobil bermerk Volkswagen atau biasa disebut dengan singkatan VW, hingga saat ini termasuk legenda dalam dunia otomotif. Sejarahnya berawal dari keinginan Adolf Hitler agar negara Jerman bisa memproduksi mobil sendiri.

Syarat utama dari kendaraan yang akan dipasarkan untuk masyarakat umum tersebut adalah :

  • Mampu mengangkut dua orang dewasa dan tiga anak kecil.
  • Dapat mencapai kecepatan 100 km/jam.
  • Harganya tidak melebihi harga sepeda motor plus harga boncengan sampingnya.

Hasilnya adalah sebuah mobil berpenggerak roda belakang dengan bentuk yang khas dan memiliki suaranya unik. Mobil tersebut diberi nama Volkswagen Beetle, atau Volkswagen Tipe 1. Juga dikenal dengan VW Kodok di Indonesia atau Bug di Amerika Serikat, atau Käfer di Jerman.

Tertarik dengan kehandalannya, pihak militer kemudian tertarik untuk menggunakan VW sebagai kendaraan dinas untuk para petinggi yang sedang bertugas di medan tempur.  Spesifikasinya dibuat berbeda dengan versi reguler, antara lain:

  1. Menggunakan sasis mobil amfibi Kübelwagen.
  2. Mengadopsi penggerak roda (drivetrain) 4x4 dari Schwimmwagen sehingga mampu melibas jalan berlumpur, licin dan menanjak. Walaupun ketika dalam mode 4x4 aktif, transimisi yang bisa digunakan hanya di gigi pertama.
  3. Fender lebih lebar karena menggunakan gardan lebar dan ban besar.
  4. Namanya adalah Volkswagen Kommandeurwagen (KdF-Wagen) yang artinya VW-nya komandan.

KdF-Wagen mulai masuk jalur produksi pada tahun 1941, dan sayangnya berhenti pada tahun 1944, karena pabriknya hancur di bom oleh sekutu. Tercatat hanya ada 667 unit Volkswagen Kommandeurwagen yang sempat diproduksi. Sebagian besar produksinya langsung dikirim ke medan tempur di Afrika Utara. Itu sebabnya sulit sekali menemukan KdF-Wagen dalam kondisi yang utuh,

Ketika Perang Dunia II berakhir pada tahun 1945, pabrik VW berada dibawah kendali pihak militer Inggris. Walaupun pengelolannya diserahkan kepada para pebisnis otomotif Inggris, tidak ada satupun dari mereka yang tertarik mengembangkannya. Alasannya, desain VW sangat tidak menarik sehingga tidak punya nilai ekonomi untuk diproduksi massal.

Mayor Ivan Hirst, seorang perwira menengah AD Inggris yang ditugaskan untuk mengelola pabrik VW itu kemudian memiliki ide untuk mempopulerkan VW Kodok dengan cara menggunakannya untuk kendaraan militer. Ia pun membujuk para atasannya agar memesan 20 ribu mobil kepada VW. Permohonannya disetujui, dan setahun kemudian VW Type 1 versi sipil mulai diproduksi kembali.

Ide itu nantinya terbukti ampuh untuk meningkatkan penjualan, bahkan mampu mengalahkan Mini Morris dan Citroen 2CV yang sama-sama di kelas mobil murah. Sedemikian laris VW Type 1 sehingga produksinya terus ditambah dan bahkan dieskport ke Amerika Serikat.

Sumber: metrotvnews.com